Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan, aksi demo ini dilakukan karena pekerja menolak adanya akuisisi Pertamina Gas (Pertagas) oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).
Mereka juga menyampaikan orasi di depan Gate I dan membentang spanduk bertuliskan 'Blok migas yang akan habis kontraknya harus dikelola oleh negara melalui Pertamina, kembalikan kedaulatan energi ke pangkuan ibu pertiwi'.
Juga bertuliskan 'Selamatkan Pertamina dari penjarahan yang terstruktur dan semena-mena. Dan jangan jadikan Pertamina sapi perahan hanya untuk memenuhi syahwat kekuasaan'.
Pantauan di lapangan, demo dipimpin langsung Ketua Serikat Pekerja H Ridwan dan Sekjen Serikat Pekerja Agustiawan diikuti seluruh serikat pekerja Pertamina RU II Dumai sekitar 300 orang.
Dalam orasinya, para pekerja mengatakan akusisi ini disesalkan banyak pekerja karena dinilai merugikan dan dapat menghancurkan NKRI.
"Pertagas sahamnya 100 persen milik Pertamina milik rakyat Indonesia."
"Jayalah Pertamina untuk masyarakat Indonesia. Jangan lemahkan Pertamina karena akan merugikan Negara, kami akan selalu menjaga kejayaan negeri ini karena kedaulatan migas menjadi harga mati, ketika kedaulatan migas dikuasai asing kita sangat mudah dikebiri," teriak orator dari Serikat Pekerja. (int/nol)