Kanal

DPRD Pekanbaru Usul Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Perbaikan 21 Puskesmas

RIAUIN.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mendorong pengalokasian dana pemeliharaan fasilitas kesehatan masyarakat sebesar Rp4,2 miliar. Langkah ini diambil usai ditemukannya banyak bangunan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang mengalami kerusakan fisik namun luput dari alokasi anggaran daerah.

Anggota DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, mengungkapkan bahwa porsi alokasi dana untuk sektor kesehatan dalam dokumen perencanaan anggaran saat ini belum menyentuh perbaikan infrastruktur dasar Puskesmas.

"Dari anggaran yang diajukan dalam rapat kemarin, angkanya mencapai Rp403 miliar di Dinas Kesehatan. Namun, tidak ada anggaran khusus untuk rehabilitasi Puskesmas," ujar Tekad Indra Pradana Abidin, Kamis (20/8/2026).

Menurut pengamatan di lapangan, sejumlah fasilitas pendukung di beberapa lokasi sudah tidak memadai. Salah satu lokasi yang memerlukan penanganan mendesak adalah Puskesmas Langsat akibat tingkat kerusakan bangunan yang cukup parah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas layanan dasar kepada warga.

Guna mengatasi persoalan infrastruktur ini, Komisi III DPRD Pekanbaru akan mengusulkan alokasi dana rutin bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama tersebut pada pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Kami usulkan setiap Puskesmas mendapatkan alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan bangunan secara rutin, paling tidak Rp200 juta per Puskesmas," kata Tekad Indra Pradana Abidin.

Dengan skema alokasi Rp200 juta per unit, total dana yang dibutuhkan untuk pemeliharaan 21 Puskesmas se-Kota Pekanbaru diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk perbaikan fisik skala ringan hingga sedang agar tidak dialihkan ke kebutuhan operasional lain.

Kebutuhan perbaikan infrastruktur ini dinilai kian mendesak seiring adanya perpanjangan jam pelayanan kepada masyarakat.

"Pemeliharaan Puskesmas ini perlu diperhatikan, apalagi sekarang jam operasional dibuka sampai jam 9 malam. Tentu kondisi bangunan harus mendukung pelayanan," tutur Tekad Indra Pradana Abidin. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler