Kanal

Infrastruktur Riau Butuh APBN, Pemprov Minta Pusat Garap Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menggantungkan harapan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk menuntaskan dua proyek infrastruktur strategis di Kota Pekanbaru. Pemprov Riau mendorong Kementerian Pekerjaan Umum mengambil alih pengerjaan fisik Jembatan Siak V serta Flyover Garuda Sakti guna mengurangi beban kemacetan di ibu kota provinsi tersebut.

Dorongan ini disampaikan langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat menggelar dialog bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Langkah meminta sokongan pusat ini diambil mengingat seluruh berkas teknis Jembatan Siak V sebenarnya telah rampung. Pemprov Riau mencatat perancangan konstruksi hingga urusan pembebasan lahan di area Kecamatan Tenayan Raya, tepatnya dekat kawasan Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, tak lagi memiliki kendala.

"Kami mengusulkan agar pengerjaan fisik Jembatan Siak V ditangani pemerintah pusat menggunakan dana APBN. Seluruh desain pembangunan sudah siap dan lokasi tapak bangunan pun dipastikan bebas," ujar SF Hariyanto.

Keterlibatan dana pusat ini dipandang wajar oleh pihak pemprov. Pasalnya, sejarah pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut sempat mencatatkan skema serupa, seperti pada proyek Jembatan Siak IV yang tetap digarap menggunakan APBD Riau meski berdiri di atas ruas jalan nasional.

Akses Jembatan Siak V diproyeksikan menjadi rute krusial untuk mengalihkan pergerakan kendaraan berbobot besar. Selama ini, arus angkutan berat kerap melintasi pusat kota sehingga memicu kepadatan lalu lintas.

"Keberadaan jembatan ini amat krusial untuk memecah kemacetan kota. Kendaraan berbobot berat nantinya punya akses langsung ke Jalan Lintas Timur tanpa perlu masuk ke jalan protokol, sehingga ekonomi kawasan terisolasi ikut terangkat," tutur SF Hariyanto.

Selain jembatan, Pemprov Riau menaruh perhatian pada titik kemacetan lain di persimpangan Garuda Sakti. Proyek Flyover Garuda Sakti kini tengah digesa pembebasan lahannya oleh daerah, dengan target pengerjaan konstruksi oleh Kementerian PU dapat dimulai pada tahun anggaran mendatang.

"Dokumen perencanaan flyover sudah beres dan pembebasan lahan berjalan. Kami berharap penanganan fisiknya bisa direalisasikan tahun depan," kata SF Hariyanto. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler