Kanal

Klaim Dapat 17 Kursi, Lalu Istikharah, Firdaus (pun) Nyatakan Siap Tempur di Pilgubri

Pekanbaru, Riauin.com - Doktor H Firdaus ST MT memantapkan langkahnya maju sebagai bakal calon Gubernur Riau 2018. Niatan itu bukan untuk "gagah-gagahan"  dan atau merengkuh kekuasaan tapi untuk menjawab tantangan Riau saat ini dan kedepan.

"Sebenarnya bukan keinginan saya maju tapi berkat adanya dorongan dan aspirasi berbagai elemen masyarakat. Karena ini amanah maka saya pun minta petunjuk Allah lewat sholat Istiqharah. Baru saya putuskan maju, " ucap Firdaus di sela-sela silaturahmi dengan Ketua PWI Riau terpilih H Zulmansyah Sekedang Ssos beserta jajaran pengurus di Restoran Apollo, Pekanbaru, Minggu (13/8).

Tantangan Riau dimaksud menurut doktor  bidang Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Balairung Rudini IPDN Bandung, ini adalah antara lain lemahnya sumber daya manusia yang berdampak terhadap kemajuan sebuah daerah secara khusus dan bangsa dan negara pada umumnya.

"Selama ini kita terjebak dengan rutinitas pembangunan fisik semata padahal jauh lebih urgent adalah pembangunan manusia seutuh nya dan sumber daya nya.  Kalau sumber daya manusia sudah mantap maka apapun yang kita inginkan akan lebih mudah mengeksekusi nya. Muara nya tentu untuk mensejahterakan rakyat,, " kata Firdaus.

Kalah atau menang dalam sebuah kontestasi kata ketua partai Demokrat Pekanbaru itu hal biasa dalam dinamika politik di alam demokrasi sekarang ini. Sebab semuanya sudah di atur oleh Allah.

"Rencana manusia dengan rencana Allah beda. Kalau Allah tidak merestui saya maju ya saya pun tidak mau memaksakan diri. Sebaliknya kalau rencana kita di rekomendasi kan sang Pencipta dosa bagi saya menolak nya. Makanya mulai hari ini saya tegaskan maju, " ujar Walikota Pekanbaru ini.

Ditanya soal masih kompleksitas nya persoalan yang ada di Pekanbaru seperti banjir, sampah dan masih relatif tinggi nya angka kemiskinan, semua itu kata Firdaus sedang di tangani.  Namun khusus banjir lanjut Doktor ber Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,82 dan mendapat predikat Cum Laude bukanlah semata mata tanggung jawab Walikota tapi pemerintah provinsi dan pusat juga.

"Kita sudah siapkan master plan untuk mengatasi banjir ini namun karena biaya tinggi (high cost)  makanya kita butuh suntikan dana provinsi maupun pusat. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi akan kita mulai bangun Grand drainase dengan membangun waduk dan membuang air ke sungai Siak, " kata Firdaus.

Firdaus sadar akan persepsi warga kota Pekanbaru bahwa banjir adalah urusan walikota Pekanbaru. Nah, inilah yang harus kita jelaskan kepada masyarakat supaya tidak terjadi mis persepsi dan komunikasi yang keliru baik di level eksternal  maupun di internal pemerintah.

"Memang selama ini masyarakat memiliki persepsi banjir itu urusan walikota yang menangani nya. Padahal sebenarnya bukan seratus persen. Namun pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga ikut bertanggung jawab, " jelas Firdaus yang kalah dengan Asri Auzar dalam Musda Demokrat di Pekanbaru beberapa hari lalu.

Soal sampah Insya Allah sudah dapat kita atasi." Mudah-mudahan dinas yang menghendel nya fokus dan kerja keras demi masyarakat Pekanbaru, " kata nya.

Majunya Firdaus memang sedikit mengejutkan. Namun setelah panjang lebar menjelaskan mulai dari alasan atau motivasi, dukungan partai politik dan pembiayaan.

Dari tiga poin yang dijabarkan Firdaus tersebut dapat dibaca kesiapan nya memang serius maju.  Meski belum dilakukan survei namun Firdaus optimis mendapat tempat di hati masyarakat. "Saya akui survei memang penting tapi jauh lebih penting bagaimana kita turun langsung ke tengah masyarakat supaya kita tau apa keinginan mereka,"  ujar Firdaus.

Dalam silaturahmi Walikota Pekanbaru dengan PWI Riau Firdaus lebih banyak bicara soal kepemimpinan yang menurut nya juga salah satu titik lemah yang dialami mulai dari pusat hingga ke desa sebagai pemerintahan paling bawah.

Menurut Firdaus Allah pastilah sudah mengetahui siapakah orang yang paling layak untuk posisi setiap jabatan. Karena kepemimpinan yang ideal, itu memiliki dua sifat dasar yakni kuat (mampu) dan amanah. Kalau dalam perjalanan nya Allah mencabut jabatan kita yah itu lah konsekuensi logisnya. "Jabatan itu hanya titipan Allah kepada kita. So,  manfaatkan lah jabatan itu untuk kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Dan kalau suatu saat Allah mengambil nya kembali kita harus siap, sebab itulah rencana Allah yang terbaik bukan rencana kita yang baik,"  terang Firdaus.

Pemimpin kata Firdaus merupakan  tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Pemimpin juga harus bertanggungjawab untuk menyusun tugas serta program lalu mengeksekusi nya lalu di evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik bagi seluruh masyarakat.

Lebih dalam lagi,  lanjut Firdaus pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual. Dia harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Dan dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat serta mampu menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

"Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang berbeda. Namun ujung dari semuanya itu adalah bagaimana kita bekerja dengan output besar untuk kepentingan masyarakat sesuai keinginan masyarakat dan Allah SWT, "  ujar Firdaus.

Mengusung konsep pembangunan modern Firdaus menerapkan Trilogi dengan Falsafah Kerja Pemerintah Kota Pekanbaru. Yakni, 1. Dimensi Akhlak, dengan lingkup Profesional, Amanah, Santun(PAS). 2. Dimensi Karakter, Disiplin,Kreatif, Inovatif (DKI). Dan ke 3. Dimensi Kualitas. Mampu dan mau Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak cepat dan tuntas(MBB). Yang dipopulerkan dengan singkatan “PAS DKI MB2”.

Dikutip dari Kabar Melayu, Trilogi Pembangunan menjadi salah satu instrumen pemersatu energi bangsa yang dipergunakan Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT dalam membangun Pekanbaru. Trilogi pembangunan merupakan visi kedaulatan dan kemandirian ekonomi masyarakat kota Pekanbaru.

Dalam setiap kesempatan, Walikota Pekanbaru Firdaus ST,MT selalu mengkampayekan dan mendengungkan Trilogi Falsafah Kerja Pemerintah Kota Pekanbaru. Mulai dari pejabat dan pegawai dilingkungan Pemko Pekanbaru, tokoh Agama, Tokoh Adat, RT/RW, organisasi Kepemudaan dan masyarakat.
Terutama kepada pejabat dilingkungan Pemko Pekanbaru, bahkan setiap pelantikan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru, Walikota Pekanbaru selalu mengingatkan para pejabat yang dilantik, agar dalam menjalankan tugas, harus bekerja dengan Trilogi Pemko Pekanbaru.

Bahkan trilogi dipajang diberbagai sudut kota Pekanbaru, agar masyarakat mengetahui filosofi kerja pemerintah kota Pekanbaru. Supaya masyarakat bisa mengerti dan memahami. Dengan demikian para pejabat maupun pegawai dilingkungan pemerintahannya, senantiasa mengamalkan trilogi tersebut.

"Bekerja baik, sesuai trilogi. Dihapal, jangan sampai Kepala Dinas di masing-masing Satker tidak hapal trilogi. Harus diimplementasikan dalam bekerja, dan bisa melakukan perubahan.

Dengan Falsafah Trilogi, Walikota optimis, Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau dan barometer bagi seluruh Kabupaten/Kota se provinsi Riau layak menjadi kota terbaik. Sesuai dengan visi Pekanbaru, mewujudkan Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan yang Madani.

Maju saja tidak cukup,  apalagi di era kebobrokan partai politik sekarang ini yang tidak memberi pelajaran politik bagi masyarakat.  Butuh biaya tinggi untuk 'membeli'  partai politik agar bisa 'berlayar' Sudah siapkah Firdaus?

" Insya Allah kita sudah dapat 17 kursi tapi soal apa partainya nanti dulu. Pada momen yang tepat nanti akan kita rilis dan umumkan, " bisik salah seorang tim sukses Firdaus. (bac)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler