"Secara resmi, kita belum dapat berita dari Kedutaan atau Kementerian Luar Negeri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/8/2017).
"Iya (dicek), paling antara Interpol Amerika dan Interpol Indonesia akan koordinasi," sambungnya.
Baca Juga: KPK Kantongi Banyak Info soal Kematian Saksi Kunci e-KTP di LA
Biasanya, kata Setyo, bila ada warga negara Indonesia yang meninggal di luar negeri, kedutaan setempat akan memberi informasi. Setelah itu, pihak Kementerian Luar Negeri RI akan memberi tahu Polri.
"Sejauh ini belum dapat info, itu nanti dicek Kementerian Luar Negeri. Seharusnya Kemenlu mendapatkan laporan dari kepolisian setempat, ya," ujarnya.
Baca Juga: Tewas di AS, Ini Dugaan Keterlibatan Johannes Marliem di e-KTP
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan mengecek kabar tersebut. "Soal Johannes, saya akan cek dulu ke Dubes (RI di AS)," kata Menlu Retno dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi di Wisma Penta Rabobank, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).
Duta Besar RI untuk AS Budi Bowoleksono juga belum memberikan jawaban soal berita tewasnya Johannes. Pihaknya masih mendalami apakah Johannes bunuh diri atau dibunuh, termasuk soal status kewarganegaraan Johannes saat ini.
"Kami sedang mendalami semua aspek terkaitnya," kata Budi Bowoleksono saat dihubungi detikcom, Jumat (11/8). (dtc)