Satu persatu kandidat menyampaikan pandangannya tentang bagaimana membangun serta mensejahterakan warga kota. Sebagai pembuka Ramdhan Pomanto kandidat petahana membeberkan bahwa apa yang diraih selama ini adalah kerja keras masyarakat dengan mendukung program-programnya. "Tentu Makassar akan tetap dua kali tambah baik bila masyarakat itu peduli dengan kotanya. Sederhananya, program-program pemerintah tanpa dukungan warga kota tidak akan seperti sekarang ini yang kita lihat di Kota Makassar, makanya perlu dilanjutkan," ucap Wali Kota Makassar ini.
Sejalan dengan itu, kandidat lainnya Syamsu Rizal, yang kini menjabat Wakil Wali Kota Makassar menuturkan, apa yang sudah diraih saat ini dengan melibatkan elemen masyarakat berbasis lorong dalam pembangunan kota adalah bagian dari program pemerintah. "Pembinaan sumber daya ini yang perlu di lanjutkan, rekonstruksi dengan melibatkan orang-orang di lorong adalah salah satu cara memajukan kota, komitmen pengembangan kota tetap menjadi dasar utama dilakukan dengan pelibatan masyarakat," ucapnya.
Sementara Bakal Calon Wali Kota Makassar lainnya, Munafri Arifuddin pada kesempatan itu memaparkan sejumlah gagasannya termasuk penataan daerah industri dan memaksimalkan potensi perairan kota agar memberi manfaat pendapatan bagi warga.
"Saya bila terpilih, selain penataan daerah industri, Rumah Jabatan saya akan pindahkan di daerah Antang jauh dari titik kota, alasannya bisa langsung melihat masyrakat miskin kiri dan kanan bagaimana kehidupan mereka," ujarnya CEO PSM Makassar tersebut.
Kandidat lainnya, HM Iqbal Jalil menuturkan punya program keummatan dengan memberdayakan pesantren-pesantren untuk lebih maju. Pembanguan berbasis kerakyatan juga salah satu programnya.
Sementara Ketua Desk Pilkada Partai Demokrat Makassar, Nuryanto G Liwang usai uji publik mengatakan, kegiatan ini bukan finalisasi pemilihan. Tetapi sebagai indikator bahwa seluruh kandidat punya gagasan masing-masing dalam pengembangan kota di masa depan.
"Kami ingin melihat respons masyarakat sejauh mana komitmen kandidat membangun kota. Ini bukan final tapi sebagai indikatornya, karena proses survei juga menjadi pertimbangan," katanya.
Sedangkan hasil dari penilaian Tokoh Masyarakat yang hadir dengan mengisi kuisioner juga dijadikan bahan pertimbangan namun kerahasiaannya tidak disampaikan. "Kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan politik, di partai lain punya cara sendiri-sendiri, begitupun kami melakukan penjaringan dengan cara seperti ini dan terbilang baru dalam penyampaikan pendidikan politik ke masyarakat," tambah mantan anggota DPRD Makassar itu.
Sembilan kandidat mengikuti uji publik tersebut yakni, Moh Ramdhan Pomanto (petahana wali kota), Syamsu Rizal (petahana wakil wali kota), Adi Rasyid Ali anggota DPRD Makassar sekaligus ketua DPD Demokrat Makassar, HM Iqbal Jalil anggota DPRD Makassar dari Partai Keadilan Sejahtera.
Selanjutnya, Rachmatika Dewi (anggota DPRD Sulsel dan Ketua DPD Partai Nasdem Makassar), Nasran Mone, mantan anggota DPRD Makassar, Andre Arief Bulu mantan anggota DPRD Sulsel sekaligus kader Demokrat, serta Yasin AR dari PPP, dan Munafri Arifuddin selaku CEO PSM Makassar. Sedangkan tang tidak hadir adalah Sri Rahmi anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PKS.(rol)