RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengucurkan sekitar Rp36 miliar untuk membantu Kabupaten Sijunjung pada 2022 untuk berbagai bidang potensial guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada kolaborasi. Saling dukung antara kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Dalam kerangka itu kita kucurkan bantuan anggaran sekitar Rp36 miliar bagi Sijunjung pada 2022," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Sijunjung, Jumat.
Bantuan itu diantaranya untuk perbaikan jalan sebesar Rp12 miliar. Untuk pendidikan Rp5 miliar, peternakan Rp4,1 miliar, perumahan permukiman Rp4,4 miliar.
"Kemudian untuk bidang kehutanan Rp2 miliar, peternakan Rp4 miliar," katanya dikutip dari antara.
Ia menyebut Sijunjung memiliki potensi yang sangat besar salah satunya sebagai penghasil komoditas manggis terbesar di Sumbar yang telah masuk pasar ekspor.
Sijunjung juga memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman buah di sekitar hutan seperti jengkol. Komoditas itu saat ini tidak hanya diminati di dalam negeri tetapi juga telah membuka peluang ekspor ke Jepang.
"Sebagian besar nagari atau desa di Sijunjung berada di sekitar hutan. Tanaman seperti jengkol ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa merusak hutan," katanya.
Pemprov Sumbar menurutnya siap untuk membantu dalam hal bibit dan pendampingan agar peluang itu bisa dimaksimalkan.
Hutan-hutan Sijunjung juga bisa dikembangkan menjadi peternakan lebah atau lebah galo-galo seperti yang dilakukan di Kota Sawahlunto.
"Meski kita telah mencanangkan pusat pengembangan madu Sumbar berada di Sawahlunto, namun sebagai daerah yang berbatasan, Sijunjung juga bisa mengambil peran," katanya.
Sementara itu Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan sebagian besar daerah Sijunjung memang berada di sekitar hutan lindung. Hal itu awalnya menjadi hambatan untuk mengembangkan potensi daerah. Namun dengan adanya skema perhutanan sosial, maka masyarakat sekitar hutan bisa memanfaatkan lahan hutan untuk menambah penghasilan. (*)