Riauin.com, Pekanbaru - Sepuluh unit rumah di Asrama Pancasila milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) ludes dilalap si jago merah, Jumat (9/12/2016) sore kemarin. Diduga, api berasal dari arus pendek alias korsleting.
Api pertama kali diketahui warga dari salah satu rumah, sekitar pukul 18.00 WIB. Yakni dari Blok E II 3 yang ditempati Wiwik. Kemudian para penghuni asrama pun berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, tiupan angin membuat api cepat merambat ke rumah lainnya. Lalu sekitar 15 menit kemudian, 15 unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kobaran api berhasil dijinakkan dalam tempo satu jam.
"Prajurit TNI dengan cepat membantu pemadaman api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian
ini," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Burhan Gurning.
Ia mengatakan, belum mengetahui pasti penyebab kebaran. Namun beberapa warga di sekitar
TKP menduga api berasal dari korsleting listrik. (mcr)