PILIHAN
BUMD Riau Jadi Sorotan KPK, Gubernur: Kalau Tak Mampu Berkembang Lebih Bagus Ditiadakan
PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau Syamsuar megatakan saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dinilai rawan korupsi dan nepotisme.
Hal ini diutarakan Syamsuar saat di hadapan ratusan peserta Forum Konsultasi Publik RPJMD Riau 2019-2024, di Hotel Premiere Pekanbaru, Kamis (21/3/2019).
"Mulai tahun ini KPK sasarannya BUMD, dan saya sudah diberitahu kalau sasarannya perusahaan, swasta, BUMN dan BUMD," kata Syamsuar.
Karena itu, mantan Bupati Siak dua periode ini mengingatkan agar BUMD Riau yang kurang baik segera dibenahi. Karena pada dasarnya kinerja BUMD bagus karena tujuan keberadaan BUMD untuk menambah pendapatan daerah.
"Jadi nanti mungkin BUMD yang tidak mampu untuk berkembang lebih bagus ditiadakan," tegasnya.
Meski begitu, Syamsuar belum mengetahui pasti ada berapa banyak BUMD di Riau yang memiliki catatan buruk. Sebab dia dan wakilnya baru satu bulan menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
"Belum tahu, nanti kita panggil dan akan ada evaluasi bersama dulu. Dan saya sudah memberitahu agar semua BUMD dilakukan audit," tukasnya. (int/nol)
Hal ini diutarakan Syamsuar saat di hadapan ratusan peserta Forum Konsultasi Publik RPJMD Riau 2019-2024, di Hotel Premiere Pekanbaru, Kamis (21/3/2019).
"Mulai tahun ini KPK sasarannya BUMD, dan saya sudah diberitahu kalau sasarannya perusahaan, swasta, BUMN dan BUMD," kata Syamsuar.
Karena itu, mantan Bupati Siak dua periode ini mengingatkan agar BUMD Riau yang kurang baik segera dibenahi. Karena pada dasarnya kinerja BUMD bagus karena tujuan keberadaan BUMD untuk menambah pendapatan daerah.
"Jadi nanti mungkin BUMD yang tidak mampu untuk berkembang lebih bagus ditiadakan," tegasnya.
Meski begitu, Syamsuar belum mengetahui pasti ada berapa banyak BUMD di Riau yang memiliki catatan buruk. Sebab dia dan wakilnya baru satu bulan menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
"Belum tahu, nanti kita panggil dan akan ada evaluasi bersama dulu. Dan saya sudah memberitahu agar semua BUMD dilakukan audit," tukasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Nilai Proyek Pasar Bawah Bengkak Jadi Rp76 Miliar, Pemko dan Pengelola Godok Adendum DED
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
Nilai Proyek Pasar Bawah Bengkak Jadi Rp76 Miliar, Pemko dan Pengelola Godok Adendum DED
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan