PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PDIP Sebut Jabar Wilayah Jokowi, Sandiaga Minta Tak Saling Klaim
Surabaya, Riauin.com - PDI Perjuangan mengklaim Jawa Barat bukan lagi kandang Prabowo melainkan bergeser menjadi kandang Jokowi. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta untuk tidak saling klaim.
"Ya kita nanti lihat pada tanggal 17 April. Kita tidak boleh saling sahut menyahut klaim. Tapi kita keras saja," kata Sandiaga Uno kepada wartawan saat berkunjung di Ponpes Tarbiyatul Qulub Indonesia, Surabaya, Kamis (7/2/2019).
Sandi mengatakan dirinya bersama Prabowo akan bekerja maksimal di Pulau Jawa, untuk merebut suara dalam pemilu 2019.
"Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur itu adalah lumbung suara. Dan di Indonesia 60 persen suara ada di Pulau Jawa. Insyaallah jika optimis Allah akan memberikan," kata Sandi.
Kepada media, Sandi menyampaikan saat ini Pulau Jawa sudah sejahtera dan pilihan ada di tangan masyarakat. Namun jika ingin perubahan, ia mengajak bergabung dengan Capres- Cawapres Prabowo-Sandi.
"Kita harus pastikan, jika Jawa sudah sejahtera, sudah adil, makmur tentunya monggo diteruskan pemerintahan yang sekarang. Tapi kalau menginginkan ada perubahan, menginginkan kesejahteraan, menginginkan ada perbaikan ekonomi, Indonesia yang adil, makmur Prabowo-Sandi memberikan solusi dan memberikan pilihan. Tinggal masyarakat memilih," jelas Sandi.
Sandi berjanji jika dalam Pemilu 2019 mendatang bisa diberi kesempatan untuk menang, pihaknya akan memperbaiki perekonomian di Indonesia.
"Kita berharap bisa memenangkan hati dan pikiran masyarakat, khususnya di Pulau Jawa dan di wilayah Indonesia lainnya, 2019 kita perbaiki ekonomi dan buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, kita tidak ingin saling menyerang, kita terima saja dengan senyuman. Kita ingin perangi korupsi, kita juga ingin totalitas. Kita ingin pemerintahan yang kuat dan berpihak pada rakyat dengan kepemimpinan yang tegas," tandas Sandi.(int/nol)
"Ya kita nanti lihat pada tanggal 17 April. Kita tidak boleh saling sahut menyahut klaim. Tapi kita keras saja," kata Sandiaga Uno kepada wartawan saat berkunjung di Ponpes Tarbiyatul Qulub Indonesia, Surabaya, Kamis (7/2/2019).
Sandi mengatakan dirinya bersama Prabowo akan bekerja maksimal di Pulau Jawa, untuk merebut suara dalam pemilu 2019.
"Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur itu adalah lumbung suara. Dan di Indonesia 60 persen suara ada di Pulau Jawa. Insyaallah jika optimis Allah akan memberikan," kata Sandi.
Kepada media, Sandi menyampaikan saat ini Pulau Jawa sudah sejahtera dan pilihan ada di tangan masyarakat. Namun jika ingin perubahan, ia mengajak bergabung dengan Capres- Cawapres Prabowo-Sandi.
"Kita harus pastikan, jika Jawa sudah sejahtera, sudah adil, makmur tentunya monggo diteruskan pemerintahan yang sekarang. Tapi kalau menginginkan ada perubahan, menginginkan kesejahteraan, menginginkan ada perbaikan ekonomi, Indonesia yang adil, makmur Prabowo-Sandi memberikan solusi dan memberikan pilihan. Tinggal masyarakat memilih," jelas Sandi.
Sandi berjanji jika dalam Pemilu 2019 mendatang bisa diberi kesempatan untuk menang, pihaknya akan memperbaiki perekonomian di Indonesia.
"Kita berharap bisa memenangkan hati dan pikiran masyarakat, khususnya di Pulau Jawa dan di wilayah Indonesia lainnya, 2019 kita perbaiki ekonomi dan buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, kita tidak ingin saling menyerang, kita terima saja dengan senyuman. Kita ingin perangi korupsi, kita juga ingin totalitas. Kita ingin pemerintahan yang kuat dan berpihak pada rakyat dengan kepemimpinan yang tegas," tandas Sandi.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK