PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Debat Capres Perdana Ajang Rebut Simpati Pemilih
Jakarta, RIauin.com - Pengamat politik dari lembaga survei Median, Rico Marbun, menilai debat capres-cawapres perdana ini sangat penting bagi Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, debat yang digelar besok itu dapat mempengaruhi pilihan masyarakat di Pilpres 2019 nanti.
"Saya pikir debat ini punya pengaruh ke dua tipe pemilih ya. Pemilih yang pertama itu pemilih dari masing kandidat yang masih mungkin berubah dari semula," kata Rico saat dihubungi detikcom, Rabu (16/1/2019).
Tak hanya akan mempengaruhi pemilih mengambang (swing voters) dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters), menurut Rico, debat juga dapat menjadi ajang untuk menggaet suara pemilih loyal. Sehingga akan terjadi migrasi suara di antara kedua kandidat.
Debat capres-cawapres perdana digelar malam nanti di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB. Ada empat tema yang diusung dalam debat, yakni hukum, korupsi, terorisme, dan HAM.
"Debat ini adalah salah satu sarana bagi masing-masing kandidat untuk menarik pemilih dari lawannya masing-masing. Jokowi bisa menarik pemilih Prabowo bila berhasilnya, Prabowo juga bisa menarik pemilih Jokowi, bila berhasil," katanya.
"Ini tentu ini sangat menentukan seberapa bisa mungkin bisa terjadi migrasi suara atau mungkin ada tambahan pemilih," ujar Rico.
Rico kemudian menyarankan kedua kandidat agar menarik simpati dari pendukung lawan di debat nanti. Untuk Jokowi-Ma'ruf, sebagai pertahana harus mampu menunjukkan hasil-hasil atau prestasi selama kepemimpinannya.
"Tentu petahana selalu ingin menyakinkan semua pihak di masa kepimimpinan dialah ketiga masalah itu, HAM, korupsi dan terorisme itu berjalan baik. Jokowi harus mampu menunjukkan itu. Jika dia tidak mampu menunjukkan itu dengan tepat atau bisa dipatahkan oleh Prabowo tentu pemilih yang akan bersimpati ke 01 bisa lari ke 02," paparnya.
Sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga, sebagai penantang harus bisa mengeksplore kelemahan sang rival. Namun, Rico memberi catatan bahwa argumen yang disampaikan oleh Prabowo-Sandiaga harus disertai fakta-fakta yang kuat.
"Dia harus bisa menunjukkan petahana itu ternyata gagal memenuhi janjinya. Dia harus bisa yakinkan publik kalau 01 ini gagal. Kalau itu sudah, baru masuknya rutenya dan menunjukkan caranya. 02 harus secara agresif menunjukkan apa kelemahan 01 tentu dengan fakta-fakta dari ketiga hal itu," pungkas Rico.(int/nol)
"Saya pikir debat ini punya pengaruh ke dua tipe pemilih ya. Pemilih yang pertama itu pemilih dari masing kandidat yang masih mungkin berubah dari semula," kata Rico saat dihubungi detikcom, Rabu (16/1/2019).
Tak hanya akan mempengaruhi pemilih mengambang (swing voters) dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters), menurut Rico, debat juga dapat menjadi ajang untuk menggaet suara pemilih loyal. Sehingga akan terjadi migrasi suara di antara kedua kandidat.
Debat capres-cawapres perdana digelar malam nanti di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB. Ada empat tema yang diusung dalam debat, yakni hukum, korupsi, terorisme, dan HAM.
"Debat ini adalah salah satu sarana bagi masing-masing kandidat untuk menarik pemilih dari lawannya masing-masing. Jokowi bisa menarik pemilih Prabowo bila berhasilnya, Prabowo juga bisa menarik pemilih Jokowi, bila berhasil," katanya.
"Ini tentu ini sangat menentukan seberapa bisa mungkin bisa terjadi migrasi suara atau mungkin ada tambahan pemilih," ujar Rico.
Rico kemudian menyarankan kedua kandidat agar menarik simpati dari pendukung lawan di debat nanti. Untuk Jokowi-Ma'ruf, sebagai pertahana harus mampu menunjukkan hasil-hasil atau prestasi selama kepemimpinannya.
"Tentu petahana selalu ingin menyakinkan semua pihak di masa kepimimpinan dialah ketiga masalah itu, HAM, korupsi dan terorisme itu berjalan baik. Jokowi harus mampu menunjukkan itu. Jika dia tidak mampu menunjukkan itu dengan tepat atau bisa dipatahkan oleh Prabowo tentu pemilih yang akan bersimpati ke 01 bisa lari ke 02," paparnya.
Sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga, sebagai penantang harus bisa mengeksplore kelemahan sang rival. Namun, Rico memberi catatan bahwa argumen yang disampaikan oleh Prabowo-Sandiaga harus disertai fakta-fakta yang kuat.
"Dia harus bisa menunjukkan petahana itu ternyata gagal memenuhi janjinya. Dia harus bisa yakinkan publik kalau 01 ini gagal. Kalau itu sudah, baru masuknya rutenya dan menunjukkan caranya. 02 harus secara agresif menunjukkan apa kelemahan 01 tentu dengan fakta-fakta dari ketiga hal itu," pungkas Rico.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK