PILIHAN
Januari Hotspot Sudah Muncul di Pelalawan, Biasanya Bulan Maret
PEKANBARU, Riauin.com - Banjir telah berlalu dari Kabupaten Pelalawan. Namun usai banjir, kini hotspot mulai muncul. Dua hari lalu, ada dua titik hotspot ditemukan di Pelalawan.
"Ada dua titik hotspot yang terpantau di Pelalawan. Tapi itu dua hari lalu," kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hadi Penandio, Senin (7/1/2019).
Dilansir dari tribunpekanbaru.com, hari ini, Senin (7/1/2019), tidak ada ditemukam hotspot di Pelalawan.
"Hotspot ya yang kita temukan dua hari lalu. Bukan titik api," ujarnya.
Dua hotspot yang ditemukan dua hari lalu tersebut terdapat di Teluk Meranti dan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN).
Hadi mengatakan pihaknya memang sudah mulai bersiap menghadapi kebakaran lahan dan hutan yang diperkirakan akan segera terjadi.
Sebab cuaca sudah memasuki musim kemarau.
"Munculnya hotspot ini memang di luar perkiraan kita. Sebab biasanya muncul Maret. Sekarang Januari saja sudah muncul, " ujarnya.
Penghujung tahun lalu, sejumlah daerah di Pelalawan sendiri terkena dampak banjir. Delapan kecamatan terdampar banjir dan ribuan warga mengungsi.(int/nol)
"Ada dua titik hotspot yang terpantau di Pelalawan. Tapi itu dua hari lalu," kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hadi Penandio, Senin (7/1/2019).
Dilansir dari tribunpekanbaru.com, hari ini, Senin (7/1/2019), tidak ada ditemukam hotspot di Pelalawan.
"Hotspot ya yang kita temukan dua hari lalu. Bukan titik api," ujarnya.
Dua hotspot yang ditemukan dua hari lalu tersebut terdapat di Teluk Meranti dan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN).
Hadi mengatakan pihaknya memang sudah mulai bersiap menghadapi kebakaran lahan dan hutan yang diperkirakan akan segera terjadi.
Sebab cuaca sudah memasuki musim kemarau.
"Munculnya hotspot ini memang di luar perkiraan kita. Sebab biasanya muncul Maret. Sekarang Januari saja sudah muncul, " ujarnya.
Penghujung tahun lalu, sejumlah daerah di Pelalawan sendiri terkena dampak banjir. Delapan kecamatan terdampar banjir dan ribuan warga mengungsi.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Terima Dokumen KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 dari Pemko
Ancaman ISPA Lumpuhkan Ekonomi, Bisnis Hotel di Pekanbaru Merugi Usai Okupansi Terjun Bebas
Puluhan Produk UMKM Pekanbaru Dites Masuk Jaringan Ritel Modern
Puluhan Panel Lampu Jalan Raib, Dua Maling PJU Ditangkap Patroli Dishub Pekanbaru
Nilai Proyek Pasar Bawah Bengkak Jadi Rp76 Miliar, Pemko dan Pengelola Godok Adendum DED
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH
DPRD Pekanbaru Terima Dokumen KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 dari Pemko
Ancaman ISPA Lumpuhkan Ekonomi, Bisnis Hotel di Pekanbaru Merugi Usai Okupansi Terjun Bebas
Puluhan Produk UMKM Pekanbaru Dites Masuk Jaringan Ritel Modern
Puluhan Panel Lampu Jalan Raib, Dua Maling PJU Ditangkap Patroli Dishub Pekanbaru
Nilai Proyek Pasar Bawah Bengkak Jadi Rp76 Miliar, Pemko dan Pengelola Godok Adendum DED
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH