PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Soal Hoax Surat Suara Tercoblos, Fadli: Cuitan Andi Arief Tak Salah
Jakarta, Riauin.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku juga punya kecurigaan saat isu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos beredar masif di media sosial. Fadli lantas membela Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang bercuit meminta KPU mengecek kebenaran kabar tersebut.
"Itu memang merebak di medsos. Saya juga sejak awal mencurigai kalau misalnya hal itu terjadi. Tetapi cuitan Saudara Andi Arief setahu saya hanya minta itu untuk dicek. Jadi justru melakukan konfirmasi dan saya kira tidak ada yang salah dengan hal itu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).
Menurut Fadli, Andi Arief hanya meminta KPU untuk mengecek kebenaran informasi surat suara tercoblos. Andi Arief, lanjut dia, bukan menyebarkan hoax.
"Dia tidak mengatakan bahwa hal itu terjadi. Justru meminta kepada otoritas terkait untuk melakukan pengecekan," ujarnya.
Fadli kemudian berbicara soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang telah ditetapkan KPU. Ia mengaku khawatir dengan data tersebut.
"Jangan sampai ada nama-nama ganda, nama-nama manipulatif, nama-nama yang invalid yang masuk dalam DPT HP II. Itu kan masih dibuka peluang untuk membersihkan itu. Saya kira ini yang sangat rawan adalah persoalan DPT," kata politikus Gerindra itu.
Ia mengingatkan agar KPU terus 'membersihkan' nama-nama dalam DPT yang disinyalir ganda. Menurut Fadli, data DPT jauh lebih rawan karena tak terlihat secara fisik.
"Kalau mengenai yang itu (surat suara) kan bisa dicek karena itu menyangkut fisik. Tetapi yang kita perlu pastikan adalah IT KPU harus betul-betul bebas dari intervensi. Harusnya menggunakan ISO 27001. Karena waktu pilkada Jabar saja itu website KPU gampang sekali dijebol," ujar Fadli.
Sebelumnya diberitakan, Andi Arief mengaku sempat mencuitkan isu tujuh kontainer surat suara telah tercoblos. Dalam cuitannya, Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar tersebut.
Andi menolak disebut menyebarkan hoax karena dia dalam posisi meminta KPU mengecek kabar liar tersebut.
"Masa, itu disebut hoax. Tweet saya terhapus, saya memang men-tweet," sebut Andi ketika dimintai konfirmasi. (int/nol)
"Itu memang merebak di medsos. Saya juga sejak awal mencurigai kalau misalnya hal itu terjadi. Tetapi cuitan Saudara Andi Arief setahu saya hanya minta itu untuk dicek. Jadi justru melakukan konfirmasi dan saya kira tidak ada yang salah dengan hal itu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).
Menurut Fadli, Andi Arief hanya meminta KPU untuk mengecek kebenaran informasi surat suara tercoblos. Andi Arief, lanjut dia, bukan menyebarkan hoax.
"Dia tidak mengatakan bahwa hal itu terjadi. Justru meminta kepada otoritas terkait untuk melakukan pengecekan," ujarnya.
Fadli kemudian berbicara soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang telah ditetapkan KPU. Ia mengaku khawatir dengan data tersebut.
"Jangan sampai ada nama-nama ganda, nama-nama manipulatif, nama-nama yang invalid yang masuk dalam DPT HP II. Itu kan masih dibuka peluang untuk membersihkan itu. Saya kira ini yang sangat rawan adalah persoalan DPT," kata politikus Gerindra itu.
Ia mengingatkan agar KPU terus 'membersihkan' nama-nama dalam DPT yang disinyalir ganda. Menurut Fadli, data DPT jauh lebih rawan karena tak terlihat secara fisik.
"Kalau mengenai yang itu (surat suara) kan bisa dicek karena itu menyangkut fisik. Tetapi yang kita perlu pastikan adalah IT KPU harus betul-betul bebas dari intervensi. Harusnya menggunakan ISO 27001. Karena waktu pilkada Jabar saja itu website KPU gampang sekali dijebol," ujar Fadli.
Sebelumnya diberitakan, Andi Arief mengaku sempat mencuitkan isu tujuh kontainer surat suara telah tercoblos. Dalam cuitannya, Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar tersebut.
Andi menolak disebut menyebarkan hoax karena dia dalam posisi meminta KPU mengecek kabar liar tersebut.
"Masa, itu disebut hoax. Tweet saya terhapus, saya memang men-tweet," sebut Andi ketika dimintai konfirmasi. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK