PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
KPU Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos
Jakarta, Riauin.com -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman meminta kepolisian untuk menangkap pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks soal tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Polri untuk melacak pelaku.
Hal ini disampaikan Arief usai mengecek ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam hingga Kamis (3/1) dini hari.
"Saya sampaikan kepada kepolisian untuk melacak, mencari siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini," kata Arief.
Sebelumnya, Arief mengaku sudah mendengar kabar soal tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos sejak sore hari. Kabar itu tersebar dalam bentuk rekaman yang disampaikan oleh seseorang.
Disebutkan dalam rekaman itu bahwa surat suara tercoblos untuk calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Rekaman itu menyebutkan bahwa setiap kontainer berisi sekitar 10 juta surat suara. Selain itu, dikatakan juga bahwa surat suara diduga datang dari China.
Namun usai dicek kepada pihak berwenang, Arief mengatakan bahwa tidak ada surat suara tercoblos yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut Arief kabar bohong tersebut sengaja digulirkan untuk merusak penyelenggaraan pemilu serta menjatuhkan martabat KPU RI.
"Orang jahat yang menggangu pemilu kita, mendelegitimasi penyelenggara [pemilu] harus ditangkap. Kami akan melawan, kami berharap pelakunya segera ditangkap," kata Arief.
Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya melaporkan penyebar informasi bohong tentang tujuh kontainer surat suara yang tercoblos ke aparat kepolisian.
"Rencananya ke Mabes Polri, tadi sudah dilaporkan ke Cyber Crime Mabes Polri," katanya saat dihubungi Antara, Kamis dinihari.
Sementara itu, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari menyampaikan bahwa pihaknya belum mencetak surat suara. Menurut Hasyim, surat suara baru akan dicetak sekitar setelah pertengahan Januari 2019. Saat ini masih dalam proses validasi.
"Proses pengadaannya baru jalan," kata dia.
Senada dengan Arief, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad Afifuddin yang juga ikut dalam pengecekan malam hari ini menyayangkan beredarnya kabar bohong tersebut. Menurutnya, kabar bohong semacam itu perlu diantisipasi.
"Berita bohong harus kita lawan dan kita klarifikasi kebenarannya," ujarnya.(int/nol)
Hal ini disampaikan Arief usai mengecek ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam hingga Kamis (3/1) dini hari.
"Saya sampaikan kepada kepolisian untuk melacak, mencari siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini," kata Arief.
Sebelumnya, Arief mengaku sudah mendengar kabar soal tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos sejak sore hari. Kabar itu tersebar dalam bentuk rekaman yang disampaikan oleh seseorang.
Disebutkan dalam rekaman itu bahwa surat suara tercoblos untuk calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Rekaman itu menyebutkan bahwa setiap kontainer berisi sekitar 10 juta surat suara. Selain itu, dikatakan juga bahwa surat suara diduga datang dari China.
Namun usai dicek kepada pihak berwenang, Arief mengatakan bahwa tidak ada surat suara tercoblos yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut Arief kabar bohong tersebut sengaja digulirkan untuk merusak penyelenggaraan pemilu serta menjatuhkan martabat KPU RI.
"Orang jahat yang menggangu pemilu kita, mendelegitimasi penyelenggara [pemilu] harus ditangkap. Kami akan melawan, kami berharap pelakunya segera ditangkap," kata Arief.
Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya melaporkan penyebar informasi bohong tentang tujuh kontainer surat suara yang tercoblos ke aparat kepolisian.
"Rencananya ke Mabes Polri, tadi sudah dilaporkan ke Cyber Crime Mabes Polri," katanya saat dihubungi Antara, Kamis dinihari.
Sementara itu, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari menyampaikan bahwa pihaknya belum mencetak surat suara. Menurut Hasyim, surat suara baru akan dicetak sekitar setelah pertengahan Januari 2019. Saat ini masih dalam proses validasi.
"Proses pengadaannya baru jalan," kata dia.
Senada dengan Arief, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad Afifuddin yang juga ikut dalam pengecekan malam hari ini menyayangkan beredarnya kabar bohong tersebut. Menurutnya, kabar bohong semacam itu perlu diantisipasi.
"Berita bohong harus kita lawan dan kita klarifikasi kebenarannya," ujarnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK