PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Ma'ruf Nilai Prabowo Contoh Pemimpin yang Pesimistis
Jakarta, Riauin.com -- Pernyataan Prabowo Subianto bahwa Indonesia setingkat dengan sejumlah negara miskin di Afrika seperti Rwanda dan Haiti dianggap telah memberikan rasa takut dan kekhawatiran di masyarakat.
Lewat pernyataan itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai Prabowo sosok pemimpin yang pesimistis.
"Pernyataan seperti itu tak mendidik, pernyataan itu tak memberikan optimisme, bahkan memberikan rasa takut, ada kekhawatiran di situ," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (27/12).
"Seharusnya pemimpin itu memberikan optimisme, bahwa masa depan kita akan lebih cerah, kami yakin itu," kata dia.
Mantan Rais Aam PBNU itu lantas membantah pernyataan Prabowo tersebut. Ia menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini masuk dalam peringkat nomor tiga se-Asia, di bawah Tiongkok dan India
Ia juga mengklaim pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia semakin baik berkat digalakkannya pembangunan infrastruktur dan berbagai program kesejahteraan bagi masyarakat.
"Dengan infrastruktur dan pelayanan kesehatan, ekonomi kreatif, pendidikan, justru kesejahteraan merata di seluruh wilayah indonesia, termasuk di Papua juga, kebijakan satu harga. Jadi yang dibangun tak hanya Jakarta, Jawa, tapi Papua dan Indonesia lainnya," kata dia.
Selain itu, Ma'ruf berjanji jika dia bersama Joko Widodo terpilih dalam Pilpres 2019, akan ada lompatan-lompatan prestasi yang lebih banyak lagi.
Ia menyatakan bakal memaksimalkan dan melanjutkan program-program yang telah termaktub dalam Nawa Cita Jilid I pada periode mendatang.
"Bila diberikan kesempatan, insyaallah akan ada lompatan yang lebih besar lagi, saya menyebutnya sebagai periode maximize utility, artinya memaksimalkan manfaat yang sekarang sudah diletakkan pada Nawa Cita pertama, jadi optimisme itu besar sekali," kata dia.(int/nol)
Lewat pernyataan itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai Prabowo sosok pemimpin yang pesimistis.
"Pernyataan seperti itu tak mendidik, pernyataan itu tak memberikan optimisme, bahkan memberikan rasa takut, ada kekhawatiran di situ," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (27/12).
"Seharusnya pemimpin itu memberikan optimisme, bahwa masa depan kita akan lebih cerah, kami yakin itu," kata dia.
Mantan Rais Aam PBNU itu lantas membantah pernyataan Prabowo tersebut. Ia menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini masuk dalam peringkat nomor tiga se-Asia, di bawah Tiongkok dan India
Ia juga mengklaim pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia semakin baik berkat digalakkannya pembangunan infrastruktur dan berbagai program kesejahteraan bagi masyarakat.
"Dengan infrastruktur dan pelayanan kesehatan, ekonomi kreatif, pendidikan, justru kesejahteraan merata di seluruh wilayah indonesia, termasuk di Papua juga, kebijakan satu harga. Jadi yang dibangun tak hanya Jakarta, Jawa, tapi Papua dan Indonesia lainnya," kata dia.
Selain itu, Ma'ruf berjanji jika dia bersama Joko Widodo terpilih dalam Pilpres 2019, akan ada lompatan-lompatan prestasi yang lebih banyak lagi.
Ia menyatakan bakal memaksimalkan dan melanjutkan program-program yang telah termaktub dalam Nawa Cita Jilid I pada periode mendatang.
"Bila diberikan kesempatan, insyaallah akan ada lompatan yang lebih besar lagi, saya menyebutnya sebagai periode maximize utility, artinya memaksimalkan manfaat yang sekarang sudah diletakkan pada Nawa Cita pertama, jadi optimisme itu besar sekali," kata dia.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK