PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Terendam Banjir, 2.065 Kotak Suara 'Kardus' di Bali Rusak
Badung, Riauin.com -
Sebanyak 2.065 kotak suara 'kardus', atau oleh KPU disebut sebagai
karton kedap air, di Kabupaten Badung, Bali rusak terendam banjir.
Akibatnya ribuan kotak suara itu tak bisa digunakan untuk Pemilu 2019.
"Iya, terendam air 2.065 kotak suara ditaruh di gudang (logistik)," kata Ketua KPUD Badung I Wayan Semara Cipta saat dihubungi, Senin (17/12/2018).
Kayun, sapaan karibnya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/12) lalu sekitar pukul 03.00 Wita. Kayun mengatakan pihaknya juga baru menerima laporan dari polisi yang berjaga di kantornya pukul 06.00 Wita. Selain 2.065 kotak suara 'kardus', ada pula 110 bilik suara yang rusak.
"Kita tahu dari polisi yang ngetem, bertugas di kantor kita. Jam 06.00 Wita baru dilaporkan. Genangan air itu berasal dari robohnya tembok kantornya kita yang kebetulan tembok itu menimbun saluran air dari yang ada. Saluran air itu deketnya gudang jadi meluberlah, seluruh tembok itu aliran air ini menggenang naik, menggenangi gudangnya kita," jelasnya.
Kayun mengatakan pihaknya sudah meletakkan kotak suara dan bilik suara berbahan 'kardus' itu di atas alas. Namun, tingginya air kemudian menggenangi bagian bawah kotak maupun bilik suara kardus tersebut.
"Kalau hujan biasa paling parah nyampainya di lantai, kita sendiri sudah mengantisipasi dengan palet/alas untuk menaruh kotak suara berbahan karton setinggi 30 cm, sebenarnya sudah aman kalau kejadiannya hujan biasa. Tapi hujan ini kan mengakibatkan jebolnya tembok, tinggi genangan airnya saja 50 cm, jadi yang kena ya yang bagian bawah," terangnya.
Dia menambahkan saat ini pihaknya sudah mengajukan kotak suara dan bilik suara baru ke KPU Provinsi. Hanya saja, kekurangan tersebut baru bisa dicairkan menggunakan anggaran 2019.
"Pengajuannya melalui KPU Provinsi Bali, informasi dari sekretaris KPU Provinsi Bali kekurangannya dianggarkan 2019. Kebetulan kita kan masih kekurangan kotak suara 505 buah sama bilik 232 jadi sekalian kita ajukan sama yang kemarin (rusak)," terangnya.
Kayun menampik jika kotak suara dan bilik suara dari kardus tersebut rentan basah maupun mudah rusak. Sebab, dia mengaku sudah menguji ketahanan kotak suara tersebut.
"Kalau tahan air iya, kalau hanya kena hujan dia nggak masalah, ini plastiknya saja sudah lapis tiga. Ini kan posisinya di Badung terendam air 3 jam, jangankan karton, kayu aja kalau terendam juga rusak kan. Kalau dalam konteks kotak suara ini berbahan dasar karton kekuatannya diragukan, kami sangkal, karena sudah kami uji. Saya beratnya 62 kg berdiri di atasnya masih kuat, ada juga satpam beratnya 95 kg kotaknya juga masih tahan kok," tukasnya. (int/nol)
"Iya, terendam air 2.065 kotak suara ditaruh di gudang (logistik)," kata Ketua KPUD Badung I Wayan Semara Cipta saat dihubungi, Senin (17/12/2018).
Kayun, sapaan karibnya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/12) lalu sekitar pukul 03.00 Wita. Kayun mengatakan pihaknya juga baru menerima laporan dari polisi yang berjaga di kantornya pukul 06.00 Wita. Selain 2.065 kotak suara 'kardus', ada pula 110 bilik suara yang rusak.
"Kita tahu dari polisi yang ngetem, bertugas di kantor kita. Jam 06.00 Wita baru dilaporkan. Genangan air itu berasal dari robohnya tembok kantornya kita yang kebetulan tembok itu menimbun saluran air dari yang ada. Saluran air itu deketnya gudang jadi meluberlah, seluruh tembok itu aliran air ini menggenang naik, menggenangi gudangnya kita," jelasnya.
Kayun mengatakan pihaknya sudah meletakkan kotak suara dan bilik suara berbahan 'kardus' itu di atas alas. Namun, tingginya air kemudian menggenangi bagian bawah kotak maupun bilik suara kardus tersebut.
"Kalau hujan biasa paling parah nyampainya di lantai, kita sendiri sudah mengantisipasi dengan palet/alas untuk menaruh kotak suara berbahan karton setinggi 30 cm, sebenarnya sudah aman kalau kejadiannya hujan biasa. Tapi hujan ini kan mengakibatkan jebolnya tembok, tinggi genangan airnya saja 50 cm, jadi yang kena ya yang bagian bawah," terangnya.
Dia menambahkan saat ini pihaknya sudah mengajukan kotak suara dan bilik suara baru ke KPU Provinsi. Hanya saja, kekurangan tersebut baru bisa dicairkan menggunakan anggaran 2019.
"Pengajuannya melalui KPU Provinsi Bali, informasi dari sekretaris KPU Provinsi Bali kekurangannya dianggarkan 2019. Kebetulan kita kan masih kekurangan kotak suara 505 buah sama bilik 232 jadi sekalian kita ajukan sama yang kemarin (rusak)," terangnya.
Kayun menampik jika kotak suara dan bilik suara dari kardus tersebut rentan basah maupun mudah rusak. Sebab, dia mengaku sudah menguji ketahanan kotak suara tersebut.
"Kalau tahan air iya, kalau hanya kena hujan dia nggak masalah, ini plastiknya saja sudah lapis tiga. Ini kan posisinya di Badung terendam air 3 jam, jangankan karton, kayu aja kalau terendam juga rusak kan. Kalau dalam konteks kotak suara ini berbahan dasar karton kekuatannya diragukan, kami sangkal, karena sudah kami uji. Saya beratnya 62 kg berdiri di atasnya masih kuat, ada juga satpam beratnya 95 kg kotaknya juga masih tahan kok," tukasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK