PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Erick Thohir 'Terpaksa' Ofensif, Median: Sinyal Kekalutan Petahana
Jakarta, Riauin.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengaku kubunya kini akan 'terpaksa' ofensif lantaran merasa kerap diserang. Pengamat politik dari lembaga survei Median, Rico Marbun, menganggap pernyataan Erick seperti menunjukkan kekalutan dari kubu Jokowi.
"Saya sebenarnya justru agak khawatir dengan pernyataan ini. Ini bisa jadi semacam sinyal kekalutan dari kubu petahana," kata Rico saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/12/2018).
Kalkulasi di atas kertas, kata Rico, petahana unggul segalanya dari sisi formasi variabel pemenangan. Pertama, Rico menyebut seluruh kerja Jokowi secara otomatis menjadi nilai jual dan mendapat coverage pemberitaan yang penuh, baik sengaja ataupun tidak.
"Kedua, formasi kepala daerah dengan jumlah pemilih besar, Jateng, Jabar, Jatim jelas berpihak ke Jokowi. Ketiga, cawapres punya keterikatan dengan ormas Islam terbesar. Keempat, tokoh-tokoh yang punya kedekatan dengan media banyak yang berpihak ke Jokowi," sebut Rico.
Erick sebelumnya mengatakan selama ini kubu pasangan nomor urut 01 lebih sering defensif. Bahkan, menurut Erick, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma'ruf tidak benar adanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau kini timses Jokowi-Ma'ruf diminta beralih ke mode 'menyerang'.
Rico pun heran jika Erick merasa demikian. Menurutnya, ada semacam ketidakmampuan kubu petahana menguasai medan kampanye kali ini.
"Dari semua itu, kalau tim Jokowi merasa terintimidasi dengan manuver oposisi ini bisa jadi tanda-tanda tim Jokowi tidak mampu menguasai lapangan. Harusnya tim Jokowi cool, calm saja sesuai dengan pembawaan Jokowi. Kalau kubu oposisi bertindak agresif memang di seluruh dunia selalu begitu. Mereka berusaha menunjukkan pihak petahana sebagai lawan tidak kompeten. Harusnya petahana fokus saja dengan mengangkat kerjanya yang silam dan akan datang," sebut Rico.
Pernyataan Rico telah disanggah anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi atau Awiek. Awiek tak mau ambil pusing dengan anggapan Rico soal tim petahana saat ini kalut.
"Itu hanya pendapat Rico Marbun dan bisa dicek aja pengamat dari mana dan lembaga surveinya diorder siapa? Maka statement-nya lebih mirip sebagai konsultan," ucap Awiek dikonfirmasi terpisah.(int/nol)
"Saya sebenarnya justru agak khawatir dengan pernyataan ini. Ini bisa jadi semacam sinyal kekalutan dari kubu petahana," kata Rico saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/12/2018).
Kalkulasi di atas kertas, kata Rico, petahana unggul segalanya dari sisi formasi variabel pemenangan. Pertama, Rico menyebut seluruh kerja Jokowi secara otomatis menjadi nilai jual dan mendapat coverage pemberitaan yang penuh, baik sengaja ataupun tidak.
"Kedua, formasi kepala daerah dengan jumlah pemilih besar, Jateng, Jabar, Jatim jelas berpihak ke Jokowi. Ketiga, cawapres punya keterikatan dengan ormas Islam terbesar. Keempat, tokoh-tokoh yang punya kedekatan dengan media banyak yang berpihak ke Jokowi," sebut Rico.
Erick sebelumnya mengatakan selama ini kubu pasangan nomor urut 01 lebih sering defensif. Bahkan, menurut Erick, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma'ruf tidak benar adanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau kini timses Jokowi-Ma'ruf diminta beralih ke mode 'menyerang'.
Rico pun heran jika Erick merasa demikian. Menurutnya, ada semacam ketidakmampuan kubu petahana menguasai medan kampanye kali ini.
"Dari semua itu, kalau tim Jokowi merasa terintimidasi dengan manuver oposisi ini bisa jadi tanda-tanda tim Jokowi tidak mampu menguasai lapangan. Harusnya tim Jokowi cool, calm saja sesuai dengan pembawaan Jokowi. Kalau kubu oposisi bertindak agresif memang di seluruh dunia selalu begitu. Mereka berusaha menunjukkan pihak petahana sebagai lawan tidak kompeten. Harusnya petahana fokus saja dengan mengangkat kerjanya yang silam dan akan datang," sebut Rico.
Pernyataan Rico telah disanggah anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi atau Awiek. Awiek tak mau ambil pusing dengan anggapan Rico soal tim petahana saat ini kalut.
"Itu hanya pendapat Rico Marbun dan bisa dicek aja pengamat dari mana dan lembaga surveinya diorder siapa? Maka statement-nya lebih mirip sebagai konsultan," ucap Awiek dikonfirmasi terpisah.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK