PILIHAN
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
17 September 2026
Harga Kelapa di Inhil Merosot, FGPMIP 'Menjerit' ke DPRD Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indragiri Hilir Pekanbaru (FGPMIP) menggelar aksi demonstrasi ke kantor DPRD Provinsi Riau, Rabu (5/12/2018).
Mereka meminta DPRD provinsi menstabilkan serta menaikkan harga jual kelapa di kabupaten Indragiri Hilir.
Koorlap aksi, Asrul, dalam orasinya menantang 8 orang anggota DPRD Riau Dapil Inhil untuk memperjuangkan menaikkan harga jual kelapa.
Pantauan wartawan, massa yang tergabung dari berbagai universitas di Pekanbaru ini membawa spanduk bertuliskan 'Naikkan Harga Niur'.
"Lihat penderitaan kami bapak ibu, sama-sama kita ketahui ada 8 orang dewan Dapil Inhil di sini (DPRD), terlebih ketua DPRD ibunda Septina adalah ibu kami, lihatlah kami, carikan solusi," tegas Asrul.
Asrul mengatakan, hari ini harga jual kelapa Rp600, harga yang sangat tidak adil bagi petani dimana Inhil merupakan komoditi terbesar kelapa.
"Biarkan kami masuk, kami ingin jumpa wakil rakyat kami," tegasnya lagi.
Sebagaimana diketahui, ada 8 orang Dewan asal Inhil yang duduk di DPRD Riau saat ini, yakni Said Ismail (Nasdem) Abdul Wahid (PKB) James Pasaribu (PDIP) Septina Primawati (Golkar) Sulastri (Golkar) Muhammad Arpah (PPP) Agus Triansyah (PD) Musyafak Asikin (PAN).
Sampai berita ini diterbitkan, aksi demo masih berlangsung.(int/nol)
Mereka meminta DPRD provinsi menstabilkan serta menaikkan harga jual kelapa di kabupaten Indragiri Hilir.
Koorlap aksi, Asrul, dalam orasinya menantang 8 orang anggota DPRD Riau Dapil Inhil untuk memperjuangkan menaikkan harga jual kelapa.
Pantauan wartawan, massa yang tergabung dari berbagai universitas di Pekanbaru ini membawa spanduk bertuliskan 'Naikkan Harga Niur'.
"Lihat penderitaan kami bapak ibu, sama-sama kita ketahui ada 8 orang dewan Dapil Inhil di sini (DPRD), terlebih ketua DPRD ibunda Septina adalah ibu kami, lihatlah kami, carikan solusi," tegas Asrul.
Asrul mengatakan, hari ini harga jual kelapa Rp600, harga yang sangat tidak adil bagi petani dimana Inhil merupakan komoditi terbesar kelapa.
"Biarkan kami masuk, kami ingin jumpa wakil rakyat kami," tegasnya lagi.
Sebagaimana diketahui, ada 8 orang Dewan asal Inhil yang duduk di DPRD Riau saat ini, yakni Said Ismail (Nasdem) Abdul Wahid (PKB) James Pasaribu (PDIP) Septina Primawati (Golkar) Sulastri (Golkar) Muhammad Arpah (PPP) Agus Triansyah (PD) Musyafak Asikin (PAN).
Sampai berita ini diterbitkan, aksi demo masih berlangsung.(int/nol)
Berita Lainnya
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Serangan Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 10 Orang Terluka
Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Serangan Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 10 Orang Terluka
Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman