PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Gelar FGD LGBT
LGBT di Pekanbaru Capai 4 Ribu
PEKANBARU, riauin.com-- Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kememteria Agama Kota Pekanbaru Edwar S Umar dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekanbaru pada acara Forum Group Discussion (FGD) bertemakan Antisipasi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender di Ruang Aula Kantor FKUB di lingkungan Kementerian Agama Kota Pekanbaru.
Hadiri dalam acara itu Asisten Satu Walikota, Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru serta sejumlah pemuka umat beragama di lingkungan Kota Pekanbaru.
Menurut Ketua FKUB, Ismardi Ilyas, FDG Antisipasi LGBT ini diadakan atas usulan Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan yang ada di Kota Pekanbaru.
Ismardi menyebut FKUB ini wadah menaungi aspirasi Ormas Keagamaan untuk disampaikan kepada Pemerintah Pekanbaru.
"Kita lihat LGBT ini sudah menjadi penyakit, yang normal saja kalau sudah ikut aktifitas mereka bisa terkena dampaknya," katanya.
Ismardi menyebut saat ini menurut data yang telah ia dapatkan dari pihak kepolisian, jumlah masyarkata yang LGBT telah mencapai 4.000 orang. "Data tersebut bisa saja terus bertambah seiring berjalannya waktu," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Edwar S Umar mengatkan LGBT terjadi akibat dari vidio asusila yang telah tersebar dimana-mana. Menurutnya, dampak dari vidio ini sangat besar bagi yang melihatnya. "Kita harus buat larangan aktifitas LGBT di Pekanbaru, kalau sudah dilarang hal ini tentu mengurangi LGBT yang kini marak di Pekanbaru," sebutnya.
Edwar S Umar menyarankan kepada Pemerintah Pekanbaru untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait LGBT. Karena menurutnya aturan formal di Indonesia saat ini belum ada yang melarang LGBT tersebut.
"Harus ada juga penyuluhan ke sekolah-sekolah, lalu bentuk tim terpadu terkait antisipasi penanggulangan LGBT kemudian bentuk badan Rehabilitasi nya juga," sarannya kepada pihak Pemerintah Pekanbaru.
Edwar menambahkan, harus ada perhatian orangtua terhadap aktifitas yang dilakukan oleh anak-anaknya. Hampir 70% LGBT ini berasal dari anak-anak dan mahasiswa.
Asisten Satu Walikota Pekanbaru, Azwan yang hadir dalam FDG ini sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Menurutnya, agenda ini sangat membantu pemerintah dalam memerangi aktifitas kaum luth tersebut.
"Beratnya LGBT ini dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), yang namanya melanggar tidak ada kaitannya dengan HAM," tegasnya. (Adr)
Hadiri dalam acara itu Asisten Satu Walikota, Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru serta sejumlah pemuka umat beragama di lingkungan Kota Pekanbaru.
Menurut Ketua FKUB, Ismardi Ilyas, FDG Antisipasi LGBT ini diadakan atas usulan Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan yang ada di Kota Pekanbaru.
Ismardi menyebut FKUB ini wadah menaungi aspirasi Ormas Keagamaan untuk disampaikan kepada Pemerintah Pekanbaru.
"Kita lihat LGBT ini sudah menjadi penyakit, yang normal saja kalau sudah ikut aktifitas mereka bisa terkena dampaknya," katanya.
Ismardi menyebut saat ini menurut data yang telah ia dapatkan dari pihak kepolisian, jumlah masyarkata yang LGBT telah mencapai 4.000 orang. "Data tersebut bisa saja terus bertambah seiring berjalannya waktu," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Edwar S Umar mengatkan LGBT terjadi akibat dari vidio asusila yang telah tersebar dimana-mana. Menurutnya, dampak dari vidio ini sangat besar bagi yang melihatnya. "Kita harus buat larangan aktifitas LGBT di Pekanbaru, kalau sudah dilarang hal ini tentu mengurangi LGBT yang kini marak di Pekanbaru," sebutnya.
Edwar S Umar menyarankan kepada Pemerintah Pekanbaru untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait LGBT. Karena menurutnya aturan formal di Indonesia saat ini belum ada yang melarang LGBT tersebut.
"Harus ada juga penyuluhan ke sekolah-sekolah, lalu bentuk tim terpadu terkait antisipasi penanggulangan LGBT kemudian bentuk badan Rehabilitasi nya juga," sarannya kepada pihak Pemerintah Pekanbaru.
Edwar menambahkan, harus ada perhatian orangtua terhadap aktifitas yang dilakukan oleh anak-anaknya. Hampir 70% LGBT ini berasal dari anak-anak dan mahasiswa.
Asisten Satu Walikota Pekanbaru, Azwan yang hadir dalam FDG ini sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Menurutnya, agenda ini sangat membantu pemerintah dalam memerangi aktifitas kaum luth tersebut.
"Beratnya LGBT ini dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), yang namanya melanggar tidak ada kaitannya dengan HAM," tegasnya. (Adr)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK