PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
DBH Triliunan Rupiah Ditahan, OKP LAN Riau: Rezim Jokowi Zalim
PEKANBARU, Riauin.com - Ditahannya Dana Bagi Hasil (DBH) yang merupakan hak Provinsi Riau dengan nilai triliunan rupiah oleh pemerintah pusat, dinilai beberapa pihak sebagai tindakan zalim pemerintahan Jokowi kepada masyarakat Riau.
Seperti yang dikatakan ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R), Alwira Fanzary, Kamis (18/10/2018).
"Ini tindakan zalim yang nyata. Dan harus dipahami, DBH itu bukan pemberian dari pemeritahan pusat, tetapi hasil dari apa yang dikeruk dari Bumi Riau ini, lalu dibawa ke Jakarta," kata Alwira.
Jika saat ini jumlah DBH Riau sudah mencapai Rp 2,6 Triliun, tetap tidak ingin disalurkan pemerintah Jokowi kepada pemerintah daerah, maka kata Alwira, sudah seharusnya sikap otoriter rezim ini dilawan.
"Pembangunan terhambat, infrastukur jalan di Riau ini memprihatinkan, tunjangan pegawai tak bisa dibayarkan, rasionalisasi anggaran juga dimana-mana. Perangkat desa, seperti di Rohil hampir setahun tak digaji. Bahkan infrastruktur yang seharusnya dibiayai pusat, seperti fly over di Pekanbaru dan kantor Mapolda serta Kejati pakai uang APBD juga, ini apa-apaan," tuturnya.
Tambah Alwira, tidak seperti ini cara bernegara. Dan jika rezim ini tetap mempertahankan sikaf otoriternya, sangat mungkin memantik perlawanan daerah kepada pemerintah pusat.
"Bisa kita baca fenomena politik Riau sepekan terakhir ini. Kepala daerah se-Riau deklarasi dukung Jokowi untuk kembali memimpin, tapi jelas kepala daerah ini tidak bisa memberikan alasan yang kuat apa alasannya. Padahal kepala daerah ini sadar betul hak-hak Riau tidak diberikan. Lalu berselang beberapa hari, kepala daerah yang mendeklarasikan ini menjumpai beberapa petinggi negara di Jakarta. Satu dari sekian harapannya bermohon agar DBH disalurkan. Cara seperti ini sangat menyakitkan bagi seluruh masyarakat Riau. Apa harus mengemis-ngemis untuk mendapatkan hak kita? Jakarta harus ingat, di Sumatera ini selain Aceh, Riau juga pernah menyuarakan merdeka dengan segala pergerakannnya. Jangan pancing rakyak Riau untuk itu lagi," pungkasnya. (rilis)
Seperti yang dikatakan ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R), Alwira Fanzary, Kamis (18/10/2018).
"Ini tindakan zalim yang nyata. Dan harus dipahami, DBH itu bukan pemberian dari pemeritahan pusat, tetapi hasil dari apa yang dikeruk dari Bumi Riau ini, lalu dibawa ke Jakarta," kata Alwira.
Jika saat ini jumlah DBH Riau sudah mencapai Rp 2,6 Triliun, tetap tidak ingin disalurkan pemerintah Jokowi kepada pemerintah daerah, maka kata Alwira, sudah seharusnya sikap otoriter rezim ini dilawan.
"Pembangunan terhambat, infrastukur jalan di Riau ini memprihatinkan, tunjangan pegawai tak bisa dibayarkan, rasionalisasi anggaran juga dimana-mana. Perangkat desa, seperti di Rohil hampir setahun tak digaji. Bahkan infrastruktur yang seharusnya dibiayai pusat, seperti fly over di Pekanbaru dan kantor Mapolda serta Kejati pakai uang APBD juga, ini apa-apaan," tuturnya.
Tambah Alwira, tidak seperti ini cara bernegara. Dan jika rezim ini tetap mempertahankan sikaf otoriternya, sangat mungkin memantik perlawanan daerah kepada pemerintah pusat.
"Bisa kita baca fenomena politik Riau sepekan terakhir ini. Kepala daerah se-Riau deklarasi dukung Jokowi untuk kembali memimpin, tapi jelas kepala daerah ini tidak bisa memberikan alasan yang kuat apa alasannya. Padahal kepala daerah ini sadar betul hak-hak Riau tidak diberikan. Lalu berselang beberapa hari, kepala daerah yang mendeklarasikan ini menjumpai beberapa petinggi negara di Jakarta. Satu dari sekian harapannya bermohon agar DBH disalurkan. Cara seperti ini sangat menyakitkan bagi seluruh masyarakat Riau. Apa harus mengemis-ngemis untuk mendapatkan hak kita? Jakarta harus ingat, di Sumatera ini selain Aceh, Riau juga pernah menyuarakan merdeka dengan segala pergerakannnya. Jangan pancing rakyak Riau untuk itu lagi," pungkasnya. (rilis)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga