PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Sampah Menumpuk di HR Soebrantas, Petugas Lamban Warga Minim Kesadaran
PEKANBARU, Riauin.com - Tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan HR Soebrantas simpang Merpati Sakti, Pekanbaru mengeluarkan bau tidak sedap. Apalagi sampah-sampah yang lambat diangkut petugas mengeluarkan bau tak sedap setelah basah diguyur hujan sejak dini hari tadi, Selasa (16/10/2018).
Pemandangan sampah yang berserakan ini memang sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya lambatnya Pemko Pekanbaru dalam menangani sampah, tetapi masyarakat juga yang kurang sadar akan kebersihan.
Akibat pembuangan sampah sembarangan itu, ruas badan jalan pun hampir tertutup sampah. Tentu saja, aroma tak sedap dari sampah juga sangat mengganggu para pengguna jalan.
Hal ini dibenarkan oleh seorang pedagang di persimpangan Jl. Merpati Sakti ini. Ia mengatakan bahwa sampah-sampah tersebut memang terus menumpuk setiap pagi di simpang ini.
"Sampah ini memang setiap pagi selalu menumpuk. Kadang diangkut, kadang juga enggak. Saya sudah kebal sama bau sampah karena tiap hari jualan di sini," tuturnya.
Tak hanya itu, Eni seorang pengendara sepeda motor juga mengatakan hal yang sama.
"Ini sangat mengganggu dan kurang enak dilihat. Apalagi setiap pagi saya lewat sini, yang seharusnya pagi itu menghirup udara segar, bersih ini malah hirup udara kotor dan menyengat pula. Intinya sangat tidak nyaman dengan pemandangan seperti ini," cakapnya.
Ia juga berharap, kesadaran dari masyarakat untuk tidak terus membuang sampah di tepian jalan ini.
"Masyarakat juga harus kerja sama dengan Pemko. Percuma saja Pemko banting tulang dalam hal ini tapi dari pihak masyarakat tidak mendukung program dari pihak Pemko," jelasnya.(int/nol)
Pemandangan sampah yang berserakan ini memang sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya lambatnya Pemko Pekanbaru dalam menangani sampah, tetapi masyarakat juga yang kurang sadar akan kebersihan.
Akibat pembuangan sampah sembarangan itu, ruas badan jalan pun hampir tertutup sampah. Tentu saja, aroma tak sedap dari sampah juga sangat mengganggu para pengguna jalan.
Hal ini dibenarkan oleh seorang pedagang di persimpangan Jl. Merpati Sakti ini. Ia mengatakan bahwa sampah-sampah tersebut memang terus menumpuk setiap pagi di simpang ini.
"Sampah ini memang setiap pagi selalu menumpuk. Kadang diangkut, kadang juga enggak. Saya sudah kebal sama bau sampah karena tiap hari jualan di sini," tuturnya.
Tak hanya itu, Eni seorang pengendara sepeda motor juga mengatakan hal yang sama.
"Ini sangat mengganggu dan kurang enak dilihat. Apalagi setiap pagi saya lewat sini, yang seharusnya pagi itu menghirup udara segar, bersih ini malah hirup udara kotor dan menyengat pula. Intinya sangat tidak nyaman dengan pemandangan seperti ini," cakapnya.
Ia juga berharap, kesadaran dari masyarakat untuk tidak terus membuang sampah di tepian jalan ini.
"Masyarakat juga harus kerja sama dengan Pemko. Percuma saja Pemko banting tulang dalam hal ini tapi dari pihak masyarakat tidak mendukung program dari pihak Pemko," jelasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga