PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
BPBD Riau Waspadai Banjir di 6 Kabupaten
PEKANBARU, Riauin.com - Memasuki musim penghujan hingga akhir tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mulai memetakan daerah rawan bencana banjir.
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota se-Riau untuk mewaspadai banjir.
"Saat ini Riau memasuki peralihan musim atau berada di masa transisi (pancaroba). Biasanya setelah berasap pada saat musim hujan, maka potensi banjir selalu melanda sejumlah wilayah di Riau pada saat musim hujan," katanya, Sabtu (13/10/2018).
Mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini mengatakan, pemetaan wilayah potensi banjir di Riau ini masih sama dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Wilayahnya masih sama seperti tahun lalu. Tapi yang perlu mendapat perhatian serius terhadap bencana banjir yakni daerah di bantaran sungai. Seperti Kampar, Kuansing, Rohul, Pelalawan, Inhu dan Inhil," ujarnya.
Upaya yang dilakukan, sebut Edwar Sanger, pihaknya hanya bisa memberikan warning kepada masyarakat Riau yang tinggal di daerah aliran sungai.
"Sebetulnya potensi banjir juga sulit diprediksi. Namun sewaktu-waktu musibah ini bisa saja terjadi secara mendadak," cakapnya.
"Kami akan pantau terus kondisinya, terutama debit air di PLTA Koto Panjang. Termasuk intensitas curah hujan yang terjadi di Sumbar. Sebab air PLTA muaranya dari sana," cakapnya.(int/nol)
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota se-Riau untuk mewaspadai banjir.
"Saat ini Riau memasuki peralihan musim atau berada di masa transisi (pancaroba). Biasanya setelah berasap pada saat musim hujan, maka potensi banjir selalu melanda sejumlah wilayah di Riau pada saat musim hujan," katanya, Sabtu (13/10/2018).
Mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini mengatakan, pemetaan wilayah potensi banjir di Riau ini masih sama dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Wilayahnya masih sama seperti tahun lalu. Tapi yang perlu mendapat perhatian serius terhadap bencana banjir yakni daerah di bantaran sungai. Seperti Kampar, Kuansing, Rohul, Pelalawan, Inhu dan Inhil," ujarnya.
Upaya yang dilakukan, sebut Edwar Sanger, pihaknya hanya bisa memberikan warning kepada masyarakat Riau yang tinggal di daerah aliran sungai.
"Sebetulnya potensi banjir juga sulit diprediksi. Namun sewaktu-waktu musibah ini bisa saja terjadi secara mendadak," cakapnya.
"Kami akan pantau terus kondisinya, terutama debit air di PLTA Koto Panjang. Termasuk intensitas curah hujan yang terjadi di Sumbar. Sebab air PLTA muaranya dari sana," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga