PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Cuitan Andi Arief, Tim Jokowi Nilai Kubu Prabowo Tak Kompak
JakartaRiauin.com -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani menilai cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief memperlihatkan ketidakkompakan kubu pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Kalau yang satu nada dasarnya C, yang satu nada dasarnya F, itu kalau paduan suara kan berarti tidak kompak," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (12/10).
Cuitan Andi yang mempertanyakan keseriusan pencapresan Prabowo, menurut Arsul juga patut dipertanyakan. Sebab, itu juga dinilainya bisa menjadi indikasi partai pengusung Prabowo-Sandi tidak serius mendukung.
Tercatat, ada empat partai pengusung Prabowo-Sandi, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera.
"Atau kalau kita berhusnuzan, berprasangka baik itu sebetulnya keluhan untuk menimbulkan juga semangat dan kegairahan," kata Arsul.
Meski demikian, Arsul mengatakan pihaknya enggan merasa berada di atas angin terhadap isu ini. Menurutnya, TKN Jokowi-Ma'ruf fokus untuk menyosialisasikan ide-ide dan gagasan selama masa kampanye.
Selain itu, Arsul mengklaim pihaknya juga menerima masukan atas kekurangan dari gagasan maupun program Jokowi-Ma'ruf.
"Banyak juga yang memberikan masukan tentang hal-hal yang masih harus dikerjakan, termasuk kekurangan Pak Jokowi itu kami dengarkan juga," katanya.
Andi sebelumnya mencuitkan tentang gaya kampanye Prabowo. Menurutnya, Sandiaga justru terlihat serius berkampanye ketimbang Prabowo. Andi pun menangkap kesan Prabowo agak kurang serius menjadi presiden.
Dalam cuitannya, Andi juga menekankan enam bulan waktu kampanye adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Ia pun meminta agar Prabowo keluar dari sarangnya di Kertanegara untuk lebih rajin mengunjungi rakyat.(int/nol)
"Kalau yang satu nada dasarnya C, yang satu nada dasarnya F, itu kalau paduan suara kan berarti tidak kompak," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (12/10).
Cuitan Andi yang mempertanyakan keseriusan pencapresan Prabowo, menurut Arsul juga patut dipertanyakan. Sebab, itu juga dinilainya bisa menjadi indikasi partai pengusung Prabowo-Sandi tidak serius mendukung.
Tercatat, ada empat partai pengusung Prabowo-Sandi, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera.
"Atau kalau kita berhusnuzan, berprasangka baik itu sebetulnya keluhan untuk menimbulkan juga semangat dan kegairahan," kata Arsul.
Meski demikian, Arsul mengatakan pihaknya enggan merasa berada di atas angin terhadap isu ini. Menurutnya, TKN Jokowi-Ma'ruf fokus untuk menyosialisasikan ide-ide dan gagasan selama masa kampanye.
Selain itu, Arsul mengklaim pihaknya juga menerima masukan atas kekurangan dari gagasan maupun program Jokowi-Ma'ruf.
"Banyak juga yang memberikan masukan tentang hal-hal yang masih harus dikerjakan, termasuk kekurangan Pak Jokowi itu kami dengarkan juga," katanya.
Andi sebelumnya mencuitkan tentang gaya kampanye Prabowo. Menurutnya, Sandiaga justru terlihat serius berkampanye ketimbang Prabowo. Andi pun menangkap kesan Prabowo agak kurang serius menjadi presiden.
Dalam cuitannya, Andi juga menekankan enam bulan waktu kampanye adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Ia pun meminta agar Prabowo keluar dari sarangnya di Kertanegara untuk lebih rajin mengunjungi rakyat.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK