PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Pemprov Terus Perjuangkan Utang Pusat ke Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi Riau terus memperjuangkan alokasi hutang pusat yang belum tuntas disalurkan ke Riau. Langkah ini diperlukan untuk membantu menjawab persoalan defisit anggaran yang sedang membayangi.
Kondisi ini menjadi perhatian, karana alokasi hutang pusat ke Riau diprediksi mencapai Rp1 triliun. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi menilai, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait di tingkat pusat.
Alokasi hutang yang tergolobg besar itu terdiri dari nda salur dana bagi hasil (DBH) yang belum ditranfer dari pusat dari triwulan IV 2017 lalu hingga tahun 2018. Kondisi ini juga dirasakan kabupaten/kota se Riau yang sangat mengharapkan tunda salur DBH tersebut.
"Kondisi ini memang sudah pernah dikeluhkan. Bahkan pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya. Ini yang kita harapkan dapat segera dituntaskan," paparnya, Selasa (9/10/2018).
Untuk mengejar itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak pernah berpangku tangan. Langkah koordinasi bagkan jemput bola berkai-kali telah dilakukan ke tingkat pusat. Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Bahkan, hal tersebut sudah mulai berimbas pada kondisi keuangan daerah. Ini terlihay dengan terkendalanta pembayaran tunjangan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Untuk itu diharapkan ada solusi terkait persoalan hutang pusat tersebut.(int/nol)
Kondisi ini menjadi perhatian, karana alokasi hutang pusat ke Riau diprediksi mencapai Rp1 triliun. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi menilai, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait di tingkat pusat.
Alokasi hutang yang tergolobg besar itu terdiri dari nda salur dana bagi hasil (DBH) yang belum ditranfer dari pusat dari triwulan IV 2017 lalu hingga tahun 2018. Kondisi ini juga dirasakan kabupaten/kota se Riau yang sangat mengharapkan tunda salur DBH tersebut.
"Kondisi ini memang sudah pernah dikeluhkan. Bahkan pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya. Ini yang kita harapkan dapat segera dituntaskan," paparnya, Selasa (9/10/2018).
Untuk mengejar itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak pernah berpangku tangan. Langkah koordinasi bagkan jemput bola berkai-kali telah dilakukan ke tingkat pusat. Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Bahkan, hal tersebut sudah mulai berimbas pada kondisi keuangan daerah. Ini terlihay dengan terkendalanta pembayaran tunjangan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Untuk itu diharapkan ada solusi terkait persoalan hutang pusat tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga