PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Pemprov Terus Perjuangkan Utang Pusat ke Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi Riau terus memperjuangkan alokasi hutang pusat yang belum tuntas disalurkan ke Riau. Langkah ini diperlukan untuk membantu menjawab persoalan defisit anggaran yang sedang membayangi.
Kondisi ini menjadi perhatian, karana alokasi hutang pusat ke Riau diprediksi mencapai Rp1 triliun. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi menilai, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait di tingkat pusat.
Alokasi hutang yang tergolobg besar itu terdiri dari nda salur dana bagi hasil (DBH) yang belum ditranfer dari pusat dari triwulan IV 2017 lalu hingga tahun 2018. Kondisi ini juga dirasakan kabupaten/kota se Riau yang sangat mengharapkan tunda salur DBH tersebut.
"Kondisi ini memang sudah pernah dikeluhkan. Bahkan pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya. Ini yang kita harapkan dapat segera dituntaskan," paparnya, Selasa (9/10/2018).
Untuk mengejar itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak pernah berpangku tangan. Langkah koordinasi bagkan jemput bola berkai-kali telah dilakukan ke tingkat pusat. Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Bahkan, hal tersebut sudah mulai berimbas pada kondisi keuangan daerah. Ini terlihay dengan terkendalanta pembayaran tunjangan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Untuk itu diharapkan ada solusi terkait persoalan hutang pusat tersebut.(int/nol)
Kondisi ini menjadi perhatian, karana alokasi hutang pusat ke Riau diprediksi mencapai Rp1 triliun. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi menilai, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait di tingkat pusat.
Alokasi hutang yang tergolobg besar itu terdiri dari nda salur dana bagi hasil (DBH) yang belum ditranfer dari pusat dari triwulan IV 2017 lalu hingga tahun 2018. Kondisi ini juga dirasakan kabupaten/kota se Riau yang sangat mengharapkan tunda salur DBH tersebut.
"Kondisi ini memang sudah pernah dikeluhkan. Bahkan pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya. Ini yang kita harapkan dapat segera dituntaskan," paparnya, Selasa (9/10/2018).
Untuk mengejar itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak pernah berpangku tangan. Langkah koordinasi bagkan jemput bola berkai-kali telah dilakukan ke tingkat pusat. Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Bahkan, hal tersebut sudah mulai berimbas pada kondisi keuangan daerah. Ini terlihay dengan terkendalanta pembayaran tunjangan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Untuk itu diharapkan ada solusi terkait persoalan hutang pusat tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila