PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PAN: Wajar Bila GNPF Ulama Minta Jaminan Kepulangan Habib Rizieq
Jakarta, Riauin.com - Salah satu isi pakta integritas (komitmen) yang ditandatangani bakal capres Prabowo Subianto setelah mendapat dukungan Ijtimak Ulama II ialah menjamin kepulangan Habib Rizieq Syihab. PAN menilai hal itu tidak berlebihan.
"Terkait jaminan kepulangan Habib Rizieq, saya kira itu juga tidak berlebihan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay Partaonan kepada wartawan, Senin (17/9/2018).
Saleh menjelaskan alasannya menyebut poin tersebut tidak berlebihan. Salah satunya, karena Habib Rizieq dinilai tak bersalah.
"Selama ini, ada banyak kelompok yang menilai bahwa Habib Rizieq sama sekali tidak bersalah. Karena itu, sebagai warga negara, dia bisa pulang dan melanjutkan dakwah dan aktivitasnya di Indonesia," katanya.
Dengan demikian, menurut Saleh permintaan jaminan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia kepada Prabowo jika nanti menang sebagai presiden wajar.
"Wajar saja ada permintaan seperti itu. Siapa pun orangnya tentulah lebih senang hidup di Tanah Air daripada di Tanah Suci. Apalagi jemaahnya juga masih sangat membutuhkan untuk bersama-sama dengan Habib Rizieq," kata Saleh.
Saleh juga mengatakan, dengan adanya pakta integritas, menurutnya nantinya masyarakat akan lebih mudah mengawasi kinerja Prabowo-Sandiaga. Pakta integritas itu menjadi jaminan Prabowo-Sandiaga melaksanakan harapan ulama dalam membangun dan membawa perubahan bangsa.
"Jika nanti terpilih, para ulama tinggal mengontrol kinerja Prabowo-Sandi melalui pakta integritas itu. Kalau ada pakta integritas, pengawasannya kan lebih mudah. Tinggal melihat bagaimana realisasi pakta integritas itu. Jika ada yang tidak terealisasi atau bahkan meyimpang, para ulama akan lebih mudah menegur atau mengingatkan," tuturnya.
Ada 17 poin yang tertuang dalam pakta integritas hasil Ijtimak Ulama II, salah satunya tentang kepulangan Habib Rizieq Syihab. Poin tentang Habib Rizieq itu tercantum di nomor 16. Bunyinya sebagai berikut:
Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212 dan 313 yang pernah/sedang menjalani proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah tersangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh yang mengalami penzaliman.(int/nol)
"Terkait jaminan kepulangan Habib Rizieq, saya kira itu juga tidak berlebihan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay Partaonan kepada wartawan, Senin (17/9/2018).
Saleh menjelaskan alasannya menyebut poin tersebut tidak berlebihan. Salah satunya, karena Habib Rizieq dinilai tak bersalah.
"Selama ini, ada banyak kelompok yang menilai bahwa Habib Rizieq sama sekali tidak bersalah. Karena itu, sebagai warga negara, dia bisa pulang dan melanjutkan dakwah dan aktivitasnya di Indonesia," katanya.
Dengan demikian, menurut Saleh permintaan jaminan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia kepada Prabowo jika nanti menang sebagai presiden wajar.
"Wajar saja ada permintaan seperti itu. Siapa pun orangnya tentulah lebih senang hidup di Tanah Air daripada di Tanah Suci. Apalagi jemaahnya juga masih sangat membutuhkan untuk bersama-sama dengan Habib Rizieq," kata Saleh.
Saleh juga mengatakan, dengan adanya pakta integritas, menurutnya nantinya masyarakat akan lebih mudah mengawasi kinerja Prabowo-Sandiaga. Pakta integritas itu menjadi jaminan Prabowo-Sandiaga melaksanakan harapan ulama dalam membangun dan membawa perubahan bangsa.
"Jika nanti terpilih, para ulama tinggal mengontrol kinerja Prabowo-Sandi melalui pakta integritas itu. Kalau ada pakta integritas, pengawasannya kan lebih mudah. Tinggal melihat bagaimana realisasi pakta integritas itu. Jika ada yang tidak terealisasi atau bahkan meyimpang, para ulama akan lebih mudah menegur atau mengingatkan," tuturnya.
Ada 17 poin yang tertuang dalam pakta integritas hasil Ijtimak Ulama II, salah satunya tentang kepulangan Habib Rizieq Syihab. Poin tentang Habib Rizieq itu tercantum di nomor 16. Bunyinya sebagai berikut:
Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212 dan 313 yang pernah/sedang menjalani proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah tersangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh yang mengalami penzaliman.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK