PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Ijtimak Disebut Gerakan Politik, PA 212: Kapitra Harus Belajar Islam
Jakarta, Riauin.com - Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin meminta Kapitra Ampera lebih belajar lagi tentang Islam. Permintaan itu disampaikan Novel untuk menanggapi pernyataan Kapitra yang kecewa karena Ijtimak Ulama II sudah menjadi gerakan politik.
"Saya berharap agar Kapitra lebih mendalamlah mempelajari agama Islam sehingga bisa memahami agama Islam dengan benar," kata Novel saat saat dimintai tanggapan wartawan, Sabtu (15/9/2018) malam.
Novel menuturkan Ijtimak Ulama bukanlah kegiatan yang digelar oleh partai politik. Dan dalam Islam, justru diajarkan tentang berpolitik.
"Yang mengadakan Ijtimak Ulama itu dari GNPF Ulama, yang pada dasarnya (ijtimak) ini adalah intinya gerakan dakwah dan pembelaan terhadap agama Islam dan ulama. Namun, sah-sah saja Ijtimak Ulama mengurusi politik karena Islam mengatur urusan politik dan itu tidak sedikit dalam Al Quran dibanding juga dengan ayat-ayat yang lain," papar Novel.
Kapitra sebelumnya mengaku kecewa jika Aksi Bela Islam yang dulunya untuk membela agama sekarang berbalik menjadi gerakan politik. Dia kemudian meminta Ijtimak Ulama II yang digelar hari ini untuk dibatalkan.
"Untuk itu saya minta batalkan Ijtimak Ulama II jika hanya mendukung Prabowo-Sandi dengan kontrak politik. Antum pasti kecewa. Saya sebagai umat Islam punya hak untuk bicara itu," ujar Kapitra saat jumpa pers di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).(int/nol)
"Saya berharap agar Kapitra lebih mendalamlah mempelajari agama Islam sehingga bisa memahami agama Islam dengan benar," kata Novel saat saat dimintai tanggapan wartawan, Sabtu (15/9/2018) malam.
Novel menuturkan Ijtimak Ulama bukanlah kegiatan yang digelar oleh partai politik. Dan dalam Islam, justru diajarkan tentang berpolitik.
"Yang mengadakan Ijtimak Ulama itu dari GNPF Ulama, yang pada dasarnya (ijtimak) ini adalah intinya gerakan dakwah dan pembelaan terhadap agama Islam dan ulama. Namun, sah-sah saja Ijtimak Ulama mengurusi politik karena Islam mengatur urusan politik dan itu tidak sedikit dalam Al Quran dibanding juga dengan ayat-ayat yang lain," papar Novel.
Kapitra sebelumnya mengaku kecewa jika Aksi Bela Islam yang dulunya untuk membela agama sekarang berbalik menjadi gerakan politik. Dia kemudian meminta Ijtimak Ulama II yang digelar hari ini untuk dibatalkan.
"Untuk itu saya minta batalkan Ijtimak Ulama II jika hanya mendukung Prabowo-Sandi dengan kontrak politik. Antum pasti kecewa. Saya sebagai umat Islam punya hak untuk bicara itu," ujar Kapitra saat jumpa pers di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK