PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Jokowi Disarankan Fokus Kerja, Ma'ruf Amin yang Kampanye
Jakarta, Riauin.com - Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menyarankan bakal calon presiden Joko Widodo tak memikirkan Pilpres dan tetap fokus menyelesaikan pekerjaannya sebagai presiden hingga Oktober tahun depan.
Ia mengatakan nantinya pembagian tugas kampanye akan banyak dilakukan oleh bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Erick Thohir dan Tim Kampanye Nasional di Pilpres 2019.
"Kalau pak Jokowi kan kita dorong supaya biarlah bekerja, enggak usah terlalu fokus kampanye, biar saja pak kiai maruf, saya kira cukup," kata Karding saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (7/9).
Karding mengatakan bahwa sosok Ma'ruf Amin akan digunakan sebagai strategi meraih kemenangan di sembilan wilayah tempat Jokowi-JK keok di Pilpres 2014 lalu.
Dalam pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di sembilan provinsi, yakni Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku, serta Maluku Utara.
Terlebih lagi, kata Karding, kesembilan wilayah tersebut memiliki basis suara muslim terbesar. Karenanya, sosok Ma'ruf diperlukan untuk menggaet pemilih di wilayah tersebut.
"Nah tim lain di pembagian tugas nanti kita akan bagi tugas," kata dia.
Disisi lain, Karding pun memprediksi bahwa Pilpres 2019 mendatang bakal berjalan kondusif dibandingkan Pilpres 2014 lalu.
Sebab, pilpres 2019 nanti ia pastikan semua calon yang bertarung telah berkomitmen untuk melakukan kampanye yang sejuk dan tak menimbulkan perpecahan bagi persatuan Indonesia.
"Kemarin itu kampanyenya kasar. Ada obor rakyat, provokasi parah. Kalau sekarang saya kira kita smua berkomitmen demi Indonesia, anak bangsa, kita harus berkampanye dengan sejuk," pungkasnya.(int/nol)
Ia mengatakan nantinya pembagian tugas kampanye akan banyak dilakukan oleh bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Erick Thohir dan Tim Kampanye Nasional di Pilpres 2019.
"Kalau pak Jokowi kan kita dorong supaya biarlah bekerja, enggak usah terlalu fokus kampanye, biar saja pak kiai maruf, saya kira cukup," kata Karding saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (7/9).
Karding mengatakan bahwa sosok Ma'ruf Amin akan digunakan sebagai strategi meraih kemenangan di sembilan wilayah tempat Jokowi-JK keok di Pilpres 2014 lalu.
Dalam pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di sembilan provinsi, yakni Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku, serta Maluku Utara.
Terlebih lagi, kata Karding, kesembilan wilayah tersebut memiliki basis suara muslim terbesar. Karenanya, sosok Ma'ruf diperlukan untuk menggaet pemilih di wilayah tersebut.
"Nah tim lain di pembagian tugas nanti kita akan bagi tugas," kata dia.
Disisi lain, Karding pun memprediksi bahwa Pilpres 2019 mendatang bakal berjalan kondusif dibandingkan Pilpres 2014 lalu.
Sebab, pilpres 2019 nanti ia pastikan semua calon yang bertarung telah berkomitmen untuk melakukan kampanye yang sejuk dan tak menimbulkan perpecahan bagi persatuan Indonesia.
"Kemarin itu kampanyenya kasar. Ada obor rakyat, provokasi parah. Kalau sekarang saya kira kita smua berkomitmen demi Indonesia, anak bangsa, kita harus berkampanye dengan sejuk," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK