PILIHAN
Kabareskrim Tepis Tuduhan Dekat dengan Deklarator 'Ganti Presiden'
Jakarta, Riauin.com - Baru-baru ini beredar tulisan blog yang menuduh Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto memiliki kedekatan dengan Isa Ansari, seorang deklarator gerakan #2019GantiPresiden di Ketapang Kalbar. Arief membantah memiliki kedekatan khusus dengan Isa. Begini penjelasan Arief.
Tulisan yang mengkaitkan Arief dengan sosok Isa itu di-publish sejak Sabtu (1/9) pekan lalu. Dalam tulisan berbahasa Inggris tersebut, pada intinya Arief dituduh sebagai pihak yang ikut membantu dalam gerakan dengan tagar #2019GantiPresiden di Riau dan Surabaya. Dasar tuduhannya adalah apa yang diyakini penulisnya sebagai kedekatan antara Arief dengan Isa, lalu berujung kerja bareng keduanya.
Arief menepis tuduhan itu. Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, kisah perkenalannya dengan Isa tak lebih dari apresiasi mengenai pengungkapan kasus dengan tersangka Budiono Tan, saat Arief menjabat sebagai Kapolda Kalbar.
"Pada tahun 2014 awal saya Kapolda Kalbar dari 2014 sampai dengan 2016, Isa Ansari memperjuangkan para Petani korban Budiono Tan dengan berdemo ke Polda Kalbar menuntut penuntasan perkaranya yang sudah lama tidak tuntas. Akhirnya penyidikan perkaranya bisa tuntas dan Budiono Tan divonis," ujar Arief mulai menjelaskan duduk perkaranya, Senin (3/9/2018).
Usai pengungkapan kasus tersebut, lanjut Arief, para petani yang sempat melakukan demo ke Mapolda Kalbar kembali melakukan aksi. Kali ini aksi berupa apresiasi atas kinerja polisi.
"Karena saat itu saya sebagai Kapolda maka para petani juga memberikan apresiasi dan simpati kepada Kapolda Kalbar yang dinilai telah mengayomi masyarakat dan berani menuntaskan perkara Budiono Tan," ujar Arief.
Mantan Asisten SDM Kapolri ini memastikan, hubungan dia dengan Isa hanya sebatas itu. Tidak lebih seperti yang dituduhkan oleh penulis blog.
"Sebenarnya itu saja hubungannya, tidak ada latar belakang lain. Kalau ada masyarakat simpati kepada pejabat yang sudah menjalankan tugas dengan baik bagi masyarakat di wilayah tugasnya itu kan hak mereka dan tentu positif bagi institusi Polri," ujar Arief yang dilantik sebagai Kabareskrim pada 17 Agustus 2018 lalu ini.
Adapun Isa Ansari, saat ini ditahan oleh penyidik Polda Kalbar sejak 24 Agustus 2018. Polda Kalbar dalam keterangannya mengatakan Isa dijerat kasus ujaran kebencian dengan pelapor Gubernur Kalbar Cornelis. Laporan dilakukan pada 21 Juli 2018.
"Apabila ternyata dikemudian hari Isa Ansari melakukan pelanggaran maka juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan saat ini saya sebagai Kabareskrim juga bertindak obyektif kalau melanggar hukum ya harus bertanggung jawab. Saat ini yang bersangkutan ditahan Polda Kalbar," kata Arief.(int/nol)
Tulisan yang mengkaitkan Arief dengan sosok Isa itu di-publish sejak Sabtu (1/9) pekan lalu. Dalam tulisan berbahasa Inggris tersebut, pada intinya Arief dituduh sebagai pihak yang ikut membantu dalam gerakan dengan tagar #2019GantiPresiden di Riau dan Surabaya. Dasar tuduhannya adalah apa yang diyakini penulisnya sebagai kedekatan antara Arief dengan Isa, lalu berujung kerja bareng keduanya.
Arief menepis tuduhan itu. Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, kisah perkenalannya dengan Isa tak lebih dari apresiasi mengenai pengungkapan kasus dengan tersangka Budiono Tan, saat Arief menjabat sebagai Kapolda Kalbar.
"Pada tahun 2014 awal saya Kapolda Kalbar dari 2014 sampai dengan 2016, Isa Ansari memperjuangkan para Petani korban Budiono Tan dengan berdemo ke Polda Kalbar menuntut penuntasan perkaranya yang sudah lama tidak tuntas. Akhirnya penyidikan perkaranya bisa tuntas dan Budiono Tan divonis," ujar Arief mulai menjelaskan duduk perkaranya, Senin (3/9/2018).
Usai pengungkapan kasus tersebut, lanjut Arief, para petani yang sempat melakukan demo ke Mapolda Kalbar kembali melakukan aksi. Kali ini aksi berupa apresiasi atas kinerja polisi.
"Karena saat itu saya sebagai Kapolda maka para petani juga memberikan apresiasi dan simpati kepada Kapolda Kalbar yang dinilai telah mengayomi masyarakat dan berani menuntaskan perkara Budiono Tan," ujar Arief.
Mantan Asisten SDM Kapolri ini memastikan, hubungan dia dengan Isa hanya sebatas itu. Tidak lebih seperti yang dituduhkan oleh penulis blog.
"Sebenarnya itu saja hubungannya, tidak ada latar belakang lain. Kalau ada masyarakat simpati kepada pejabat yang sudah menjalankan tugas dengan baik bagi masyarakat di wilayah tugasnya itu kan hak mereka dan tentu positif bagi institusi Polri," ujar Arief yang dilantik sebagai Kabareskrim pada 17 Agustus 2018 lalu ini.
Adapun Isa Ansari, saat ini ditahan oleh penyidik Polda Kalbar sejak 24 Agustus 2018. Polda Kalbar dalam keterangannya mengatakan Isa dijerat kasus ujaran kebencian dengan pelapor Gubernur Kalbar Cornelis. Laporan dilakukan pada 21 Juli 2018.
"Apabila ternyata dikemudian hari Isa Ansari melakukan pelanggaran maka juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan saat ini saya sebagai Kabareskrim juga bertindak obyektif kalau melanggar hukum ya harus bertanggung jawab. Saat ini yang bersangkutan ditahan Polda Kalbar," kata Arief.(int/nol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing