PILIHAN
Bulog Riau-Kepri Sebut Stok Beras Cukup Hingga 4 Bulan Mendatang
BADAN Urusan Logistik Provinsi Riau dan Kepulauan Riau saat ini memiliki stok beras yang cukup untuk kebutuhan selama empat bulan mendatang.
"Saat ini stok beras ada 29.000 ton," kata Kabid Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional Riau-Kepri Tommy Despalingga di Pekanbaru seperti dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, dengan stok tersebut maka diperkirakan kebutuhan beras masyarakat akan terpenuhi hingga Agustus.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir stok beras aman hingga Agustus," katanya lagi.
Menurut dia, saat ini stok beras tersebut sedang berada digudang-gudang Bulog di kabupaten/kota.
"Sehingga lebih memudahkan untuk pendistribusian sesuai kebutuhan," tuturnya.
Menurut dia lagi jumlah tersebut akan terus bertambah seiring waktu guna mencukupkan kebutuhan selanjutnya. Dimana Bulog Riau-Kepri akan menerima pengiriman pasokan beras sebanyak 6.000 ton lagi berupa beras dari Jawa Timur. "Dengan demikian dari 29.000 ton yang sudah ada akan bertambah lagi 6.000 ton," ujarnya.
Beras yang datang dari Jawa Timur ini akan bongkar di Pelabuhan Dumai. Selanjutnya akan dialokasikan bagi kebutuhan rutin bulanan, seperti Raskin, LP bencana alam dan sebagainya.
Sejauh ini kata dia pula, untuk penyaluran Raskin di wilayah kerja Bulog Riau-Kepri sudah berjalan sesuai dengan peruntukan.
Ia mengaku sudah mengoptimalkan penyaluran Raskin untuk kebutuhan bulanan di masyarakat, sehingga diharapkan bisa meringankan keluarga kurang mampu di tengah naiknya harga beras.
"Kami sudah salurkan sesuai bulan berjalan," tambahnya.(riA)
"Saat ini stok beras ada 29.000 ton," kata Kabid Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional Riau-Kepri Tommy Despalingga di Pekanbaru seperti dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, dengan stok tersebut maka diperkirakan kebutuhan beras masyarakat akan terpenuhi hingga Agustus.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir stok beras aman hingga Agustus," katanya lagi.
Menurut dia, saat ini stok beras tersebut sedang berada digudang-gudang Bulog di kabupaten/kota.
"Sehingga lebih memudahkan untuk pendistribusian sesuai kebutuhan," tuturnya.
Menurut dia lagi jumlah tersebut akan terus bertambah seiring waktu guna mencukupkan kebutuhan selanjutnya. Dimana Bulog Riau-Kepri akan menerima pengiriman pasokan beras sebanyak 6.000 ton lagi berupa beras dari Jawa Timur. "Dengan demikian dari 29.000 ton yang sudah ada akan bertambah lagi 6.000 ton," ujarnya.
Beras yang datang dari Jawa Timur ini akan bongkar di Pelabuhan Dumai. Selanjutnya akan dialokasikan bagi kebutuhan rutin bulanan, seperti Raskin, LP bencana alam dan sebagainya.
Sejauh ini kata dia pula, untuk penyaluran Raskin di wilayah kerja Bulog Riau-Kepri sudah berjalan sesuai dengan peruntukan.
Ia mengaku sudah mengoptimalkan penyaluran Raskin untuk kebutuhan bulanan di masyarakat, sehingga diharapkan bisa meringankan keluarga kurang mampu di tengah naiknya harga beras.
"Kami sudah salurkan sesuai bulan berjalan," tambahnya.(riA)
Berita Lainnya
Tuntut Pasokan Energi Aman, Pemprov Riau Minta Pertamina dan Aparat Tindak Penimbun BBM
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
Tuntut Pasokan Energi Aman, Pemprov Riau Minta Pertamina dan Aparat Tindak Penimbun BBM
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global