PILIHAN
Industri Tekstil Raksasa Segera Beroperasi, Ketua DPRD Pelalawan Harap APR Utama Naker Lokal
PANGKALANKERINCI, Riauin.com - PT Asia Pasific Rayon (APR) adalah salah satu perusahaan tekstil berbahan baku serat kayu bakal beroperasi Agustus 2018 mendatang di Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan.
Dengan nilai investasi menyentuh angka Rp 10.9 trilliun dengan kapasitas produksi 350 ribu ton pertahanan, anak dari perusahaan RGE ini atau grup APRIL tersebut bakal membuka 4.230 lapangan kerja baru.
Pada tahap pekerjaan pabrik, APR ini, sudah menyerap sedikitnya, 1.218 tenaga kerja. Sementara keberadaan pabrik APR secara strategis mendukung positif perkembangan industri tekstil nasional dan mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon di Indonesia.
Begitu juga, bagi daerah keberadaan pabrik APR ini juga berpotensi penyumbang PDB provinsi Riau, dari sektor non Migas serta mendorong geliat UMKM diberbagai sektor usaha yang terlibat dalam kegiatan operasional pabrik.
Hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan terutama di Provinsi Riau dan Indonesia pada umumnya.
Ketua DPRD Pelalawan, Nasarudin, SH, MH menyambut baik bakal beroperasinya, pabrik tekstil terbesar di Indonesia di kabupaten Pelalawan.
Dengan beroperasi pabrik, tersebut katanya, akan membuka lapangan kerja yang mengembirakan. Namun ia, meminta kepada pihak manajemen untuk mengutama tenaga kerja lokal alias putra daerah.
"Tentu kita, sangat bangga sekali dengan berdirinya pabrik tekstil terbesar dikabupaten Pelalawan. Namun kita minta Naker yang dikerjakan nanti memakai putra tempatan. Ini harus diprioritaskan.(int/nol)
sumber: riauterkini
Dengan nilai investasi menyentuh angka Rp 10.9 trilliun dengan kapasitas produksi 350 ribu ton pertahanan, anak dari perusahaan RGE ini atau grup APRIL tersebut bakal membuka 4.230 lapangan kerja baru.
Pada tahap pekerjaan pabrik, APR ini, sudah menyerap sedikitnya, 1.218 tenaga kerja. Sementara keberadaan pabrik APR secara strategis mendukung positif perkembangan industri tekstil nasional dan mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon di Indonesia.
Begitu juga, bagi daerah keberadaan pabrik APR ini juga berpotensi penyumbang PDB provinsi Riau, dari sektor non Migas serta mendorong geliat UMKM diberbagai sektor usaha yang terlibat dalam kegiatan operasional pabrik.
Hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan terutama di Provinsi Riau dan Indonesia pada umumnya.
Ketua DPRD Pelalawan, Nasarudin, SH, MH menyambut baik bakal beroperasinya, pabrik tekstil terbesar di Indonesia di kabupaten Pelalawan.
Dengan beroperasi pabrik, tersebut katanya, akan membuka lapangan kerja yang mengembirakan. Namun ia, meminta kepada pihak manajemen untuk mengutama tenaga kerja lokal alias putra daerah.
"Tentu kita, sangat bangga sekali dengan berdirinya pabrik tekstil terbesar dikabupaten Pelalawan. Namun kita minta Naker yang dikerjakan nanti memakai putra tempatan. Ini harus diprioritaskan.(int/nol)
sumber: riauterkini
Berita Lainnya
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional