Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
RIAUIN.COM - Bangkai mamalia laut yang diduga seekor paus ditemukan terdampar di kawasan hutan mangrove perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 22.40 WIB. Pihak kepolisian bersama instansi terkait kini memperketat pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi ancaman predator buas dan dampak kesehatan dari pembusukan.
Hewan berukuran panjang sekitar 8 meter dan bobot diperkirakan mencapai 4 ton tersebut ditemukan warga dalam kondisi membujur kaku dengan sebagian tubuh terbenam di lumpur bakau.
Kepolisian setempat bergerak cepat menanggapi laporan warga dengan membatasi akses menuju lokasi. Kawasan mangrove Sungai Bahale dikenal sebagai habitat alami buaya muara dan biawak yang berpotensi mendekat karena aroma busuk dari bangkai tersebut.
AKBP Donny Eko Listianto membenarkan penemuan bangkai mamalia besar tersebut dan menjelaskan alasan pemeriksaan belum dapat dilakukan secara maksimal saat malam hari.
"Proses identifikasi mendalam belum bisa langsung dilakukan pada malam penemuan karena kendala medan dan penerangan yang sangat minim," ujar Donny Eko Listianto.
Ia menambahkan bahwa lokasi penemuan berada di area terisolasi yang jauh dari permukiman warga, sehingga berisiko tinggi jika dipaksakan dilakukan penanganan pada malam hari.
Guna menindaklanjuti temuan ini, pihak kepolisian telah menghubungi instansi teknis untuk mengidentifikasi spesies dan penyebab pasti kematian hewan tersebut.
"Untuk menangani hal ini, Polres Inhil segera berkoordinasi dengan instansi teknis seperti BKSDA dan dinas kelautan setempat guna memastikan jenis spesies serta penyebab pasti kematiannya," kata Donny Eko Listianto.
Fokus utama kepolisian saat ini adalah mengamankan area sekitar agar proses pembusukan alami bangkai tidak membawa dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.
"Hal ini dilakukan demi mengantisipasi penyebaran bakteri atau bahaya kesehatan yang mungkin ditimbulkan dari proses pembusukan," tutur Donny Eko Listianto.
Aparat kepolisian mengimbau keras warga setempat untuk tidak mendekati lokasi, tidak memotong, maupun mengambil bagian dari tubuh bangkai paus tersebut, serta menyerahkan seluruh proses penanganan kepada tim ahli demi keselamatan bersama. (Bil)
Berita Lainnya
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Serangan Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 10 Orang Terluka
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Serangan Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 10 Orang Terluka