Serangan Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 10 Orang Terluka
Ilustrasi
RIAUIN.COM - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengerahkan tim gabungan untuk memburu seekor monyet liar berukuran besar yang menyerang pemukiman padat penduduk di Kota Tembilahan.
Hingga Sabtu (1/8/2026), tercatat sedikitnya 10 warga dari berbagai kalangan usia mengalami luka cakar dan gigitan akibat serangan satwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indragiri Hilir Junaidi Ismail mengatakan, penanganan fokus pada pencarian satwa liar serta pencegahan penularan penyakit berbahaya akibat gigitan.
"Berdasarkan identifikasi awal, pelaku teror diduga satu ekor monyet panjang berwarna abu-abu dengan ukuran yang sangat besar," kata Junaidi Ismail, Jumat (31/7/2026).
Insiden penyerangan ini berawal di wilayah Parit 13 dan Parit 14 sejak akhir Juli lalu. Satwa pemakan segala tersebut memanfaatkan struktur rumah panggung kayu khas pesisir untuk menyusup ke dalam kediaman warga melalui celah kolong dan lantai papan.
Sejumlah warga dilaporkan terserang saat beraktivitas di teras rumah maupun ketika sedang tidur di dalam kamar. Beberapa korban mengalami luka cukup serius hingga harus menerima jahitan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah penanganan medis juga langsung diberikan kepada seluruh korban yang terdampak guna mengantisipasi risiko infeksi.
"Selain memburu keberadaan primata tersebut, tim medis juga bergerak cepat menyuntikkan vaksin antirabies kepada seluruh korban secara gratis," ujar Junaidi Ismail.
Upaya warga lokal untuk menghalau primata tersebut menggunakan senapan angin sejauh ini belum membuahkan hasil karena kelincahan satwa yang mudah melarikan diri ke celah pemukiman.
Petugas mengimbau masyarakat Tembilahan untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, menutup celah lubang pada bangunan rumah, serta segera melapor ke pihak berwenang jika melihat keberadaan monyet tersebut. (Bil)
Berita Lainnya
Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman
Lapas Tembilahan Perkuat Pengamanan Digital Berbasis Sensor RFID
Buaya Muara 2,4 Meter Masuk Permukiman di Inhil Riau, Dievakuasi Aparat dan Warga
Tim Gabungan Sisir Sungai Indragiri Pasca Kemunculan Buaya 4 Meter di Tembilahan
Buaya Muara Serang Warga Inhil, Polisi Imbau Warga Jauhi Sungai
Bencana Longsor Beruntun Intai Pesisir Inhil, Puluhan Keluarga Terancam
Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman
Lapas Tembilahan Perkuat Pengamanan Digital Berbasis Sensor RFID
Buaya Muara 2,4 Meter Masuk Permukiman di Inhil Riau, Dievakuasi Aparat dan Warga
Tim Gabungan Sisir Sungai Indragiri Pasca Kemunculan Buaya 4 Meter di Tembilahan
Buaya Muara Serang Warga Inhil, Polisi Imbau Warga Jauhi Sungai
Bencana Longsor Beruntun Intai Pesisir Inhil, Puluhan Keluarga Terancam