BMKG Deteksi 4.229 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 346 Hotspot
RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 4.229 titik panas (hotspot) yang tersebar di Pulau Sumatera. Dari total tersebut, Provinsi Riau menyumbang sebanyak 346 titik panas dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah pesisir timur dan bagian tengah.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby C, menyampaikan bahwa melonjaknya jumlah titik panas di Sumatera didominasi oleh wilayah Sumatera Selatan, diikuti daerah tetangga lainnya sebelum Riau.
"Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot paling tinggi di Sumatera, mencapai 2.587 titik. Kemudian disusul Jambi dengan 539 titik, Kepulauan Bangka Belitung 409 titik, dan Riau berada di urutan berikutnya dengan 346 titik," kata Deby C.
Untuk wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi daerah penyumbang hotspot terbanyak, yakni mencapai 111 titik panas. Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengekor di posisi kedua dengan 97 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 46 titik.
Deby C menjelaskan bahwa sebaran titik panas di Riau meluas hingga ke beberapa kabupaten dan kota lainnya, meski beberapa daerah mencatatkan angka yang relatif rendah.
"Kabupaten Siak terdeteksi 31 hotspot, Kepulauan Meranti 27 titik, dan Pelalawan 26 titik. Sementara itu, Dumai mencatat 3 titik, Kampar 2 titik, Pekanbaru 2 titik, serta Kuantan Singingi 1 titik," ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah titik panas di Riau membuat kawasan dengan konsentrasi tinggi membutuhkan pengawasan ketat. "Wilayah dengan akumulasi titik panas tinggi seperti Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu perlu mendapat pemantauan lebih intensif dari tim satgas darat maupun udara guna memastikan indikasi kebakaran hutan dan lahan dapat ditindaklanjuti sedini mungkin," tegas Deby C.
Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, sebaran titik panas lainnya terpantau di Lampung sebanyak 200 titik, Sumatera Barat 56 titik, Kepulauan Riau 40 titik, Bengkulu 34 titik, Aceh 10 titik, dan Sumatera Utara 8 titik. (*)
Berita Lainnya
Sekdaprov Minta ASN Pemprov Riau Terapkan Nilai Budaya Melayu dalam Pelayanan Publik
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter
Sekdaprov Minta ASN Pemprov Riau Terapkan Nilai Budaya Melayu dalam Pelayanan Publik
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter