Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
RIAUIN.COM - Ketiadaan fasilitas penunjang membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad terancam kembali kehilangan alokasi bantuan peralatan medis dari pemerintah pusat. Komisi V DPRD Riau mendesak pihak rumah sakit untuk memprioritaskan pembangunan gedung kedokteran nuklir senilai Rp16 miliar agar bantuan tersebut tidak kembali hangus.
Ketua Komisi V DPRD Riau, Indra Gunawan Eet mengungkapkan bahwa akibat belum tersedianya gedung pendukung, bantuan senilai belasan miliar rupiah dari pusat terpaksa tertunda.
"Karena tidak adanya gedung penunjang ini, alat-alat bantuan dari pusat ditunda. Contohnya tahun 2025 lalu kita tidak mendapat bantuan DAK Dinas Kesehatan untuk RSUD Arifin Achmad sebesar Rp10 miliar lebih hanya karena gedung penunjangnya belum ada," kata Indra Gunawan Eet usai Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Kesehatan dan pihak RSUD di gedung DPRD Riau, Jumat (4/9/2026).
Indra meminta agar pengambil kebijakan tidak sembarangan mencoret anggaran untuk proyek yang sifatnya mendesak. Menurutnya, pembangunan gedung kedokteran nuklir harus masuk skala prioritas utama agar Riau tidak terus-menerus merugi.
"Kami meminta kepada pihak rumah sakit untuk mengutamakan kegiatan yang lebih prioritas. Gedung nuklir ini sangat penting karena bantuan dari pusat sudah dua tahun ditahan. Jangan sampai pada tahun 2027 nanti ditahan lagi," tegasnya.
Di sisi lain, kondisi keuangan RSUD Arifin Achmad saat ini terbilang cukup solid. Pendapatan rumah sakit yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berhasil melampaui target yang ditetapkan.
"Alhamdulillah capaian pendapatan RSUD Arifin Achmad melebihi target. Bahkan hingga caturwulan ketiga tahun ini sudah mencapai Rp79 miliar," tambah Indra.
Fasilitas kedokteran nuklir sendiri merupakan cabang ilmu medis yang memanfaatkan radiasi untuk kebutuhan diagnostik dan terapi penyakit pada tingkat sel. Ketersediaan gedung penunjang ini menjadi syarat mutlak agar hibah peralatan canggih dari Kementerian Kesehatan dapat segera dipasang dan difungsikan untuk melayani masyarakat Riau. -Juh
Berita Lainnya
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter
Tekan Kerusakan Akibat Truk Over kapasitas, PUPR Riau Perbaiki 25 Km Jalan di Rohil
Tim BBKSDA Riau Turunkan Perangkap Besi Redam Teror Beruang di Kampar Kiri
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter
Tekan Kerusakan Akibat Truk Over kapasitas, PUPR Riau Perbaiki 25 Km Jalan di Rohil
Tim BBKSDA Riau Turunkan Perangkap Besi Redam Teror Beruang di Kampar Kiri