Sekdaprov Minta ASN Pemprov Riau Terapkan Nilai Budaya Melayu dalam Pelayanan Publik
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan nilai-nilai budaya Melayu sebagai landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Penguatan karakter daerah ini dinilai krusial untuk membentuk birokrasi yang berintegritas dan berkinerja tinggi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menegaskan, tata kelola pemerintahan yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif. Karakter pegawai harus diperkuat dengan nilai lokal seperti kesantunan, kejujuran, dan semangat gotong royong.
"Budaya Melayu harus menjadi bagian dari karakter kita dalam bekerja. Nilai-nilai seperti santun, amanah, menghargai orang lain, bermusyawarah, dan mengutamakan kepentingan bersama sangat sejalan dengan semangat BerAKHLAK," kata Syahrial Abdi saat menjadi narasumber Webinar BerAKHLAK Seri 12 di Kantor BPSDM Provinsi Riau, Jumat (4/9/2026).
Syahrial Abdi mengingatkan bahwa Core Values ASN BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan formalitas. Penguatan prinsip ini penting di tengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan kecepatan pelayanan.
"ASN harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bukan hanya bekerja menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat dan menghasilkan dampak yang nyata," ujar Syahrial Abdi.
Ia menambahkan, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi. Oleh karena itu, para pegawai dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, berpikir kritis, serta melahirkan inovasi yang menjadi solusi atas persoalan pembangunan di daerah.
"ASN harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus memiliki semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Kinerja ASN pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat," tegas Syahrial Abdi.
Melalui perpaduan antara profesionalisme dan kepribadian berlandaskan budaya lokal, Pemprov Riau optimistis birokrasi daerah mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang efektif sekaligus menjaga identitas marwah Melayu. (Bil)
Berita Lainnya
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter
Tekan Kerusakan Akibat Truk Over kapasitas, PUPR Riau Perbaiki 25 Km Jalan di Rohil
Ancam Kehilangan Bantuan Pusat, DPRD Riau Desak RSUD Arifin Achmad Bangun Gedung Kedokteran Nuklir
Luas Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektar, Enam Daerah Laporkan Titik Baru
Titik Panas Riau Meluas ke 10 Daerah, Konsentrasi Tertinggi di Pesisir dan Selatan
Lahan Gambut Sungai Beringin Inhil Kembali Membara Usai Helikopter Water Bombing Dialihkan
Solusi Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai hingga 14 Meter
Tekan Kerusakan Akibat Truk Over kapasitas, PUPR Riau Perbaiki 25 Km Jalan di Rohil