Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Penyisiran Empat Hari Berakhir, Seluruh Korban Kapal Karam di Meranti Ditemukan Meninggal Dunia
RIAUIN.COM - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap insiden karamnya sebuah kapal pompong di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, resmi dihentikan, Kamis (6/8/2026). Langkah ini diambil usai tim gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang hilang tersapu arus dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban bernama Ibl (25) dievakuasi petugas sekitar pukul 08.00 WIB, tak jauh dari lokasi awal tenggelamnya kapal di perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Penemuan ini menutup rangkaian pencarian maraton yang berlangsung selama empat hari sejak Minggu (3/8/2026).
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra menjelaskan, keberhasilan menyisir seluruh area pencarian berkat koordinasi erat antara regu penolong, aparat penegak hukum, dan warga lokal.
"Seluruh korban kecelakaan kapal pompong telah ditemukan. Dengan demikian, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing," ujar Prima Harrie Saputra saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Kamis.
Prima menambahkan, seluruh unsur penolong seperti Ditpolairud Polda Riau, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, TNI AL, TNI AD, serta nelayan setempat bahu-membahu menyisir wilayah perairan sejak hari pertama insiden terjadi.
Kecelakaan laut tersebut bermula ketika kapal pompong yang membawa empat pekerja penebang sagu bertolak dari Kampung Balak menuju Sungai Metas pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melintas di perairan Desa Mengkikip dua jam kemudian, kapal mendadak karam akibat dihempas gelombang.
Dua penumpang, yakni Iv (30) dan B (30), selamat setelah berhasil berenang ke tepi. Namun, dua rekannya, Ibl (25) dan Am (50), terseret arus laut dan hilang.
Penyisiran oleh regu penyelamat yang disiagakan Kantor SAR Pekanbaru mulanya difokuskan pada radius 5 mil laut persegi pada Selasa (4/8/2026). Luas jangkauan kemudian diperlebar menjadi 7 mil laut persegi pada Rabu (5/8/2026).
Upaya perluasan wilayah operasi tersebut membuahkan hasil pada Rabu siang. Nelayan sekitar menemukan jasad korban Am (50) mengapung pada pukul 12.25 WIB, sebelum akhirnya korban terakhir ditemukan pada Kamis pagi.
"Jenazah Ibl langsung kami evakuasi dari lokasi penemuan dan diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan," kata Prima Harrie Saputra. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Dini Hari di Tenayan Raya Pekanbaru Hanguskan Rumah dan Tiga Sepeda Motor
Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03
Buaya 5 Meter Terkam Nelayan di Inhil, Insiden Ketiga dalam Sebulan
Dua Kali Terjadi, Perairan Sungai Sendewo Meranti Rawan Serangan Buaya Muara
Tabrak Pipa Minyak Pertamina di Rohil, Warga Sumut Meninggal di TKP
Tim SAR Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan sejauh 800 Meter dari Lokasi Awal
Kebakaran Dini Hari di Tenayan Raya Pekanbaru Hanguskan Rumah dan Tiga Sepeda Motor
Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03
Buaya 5 Meter Terkam Nelayan di Inhil, Insiden Ketiga dalam Sebulan
Dua Kali Terjadi, Perairan Sungai Sendewo Meranti Rawan Serangan Buaya Muara
Tabrak Pipa Minyak Pertamina di Rohil, Warga Sumut Meninggal di TKP
Tim SAR Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan sejauh 800 Meter dari Lokasi Awal