PILIHAN
LAM Riau Minta Polisi Usut Pembuat Grafiti Tak Senonoh di Baliho Gubernur
Salah satu baliho Gubernur Riau yang dicoret orang tak dikenal
Pekanbaru, Riauin.Com - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau meminta kepolisian mengusut pembuat grafiti tak senonoh yang kerap mencoreng baliho Gubernur Riau di Kota Pekanbaru.
"Kepada aparat penegak hukum untuk mengusut ini secara tuntas," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (29/12/17).
Al Azhar mengatakan mendapat banyak laporan dari warga tentang banyak baliho Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menjadi sasaran grafiti bergambar tidak senonoh.
Pelaku yang tidak dikenal sengaja menggambar grafiti menyerupai alat vital laki-laki, binatang, maupun kata-kata tak senonoh, di baliho orang nomor satu di Riau itu.
Tindakan pengrusakan itu sebenarnya banyak terjadi pada tahun ini, namun karena tidak ditanggapi serius oleh pihak yang berwajib, membuat aksi ini terus berulang.
Baliho Gubernur Riau yang kerap menjadi sasaran adalah yang ada di kantor-kantor dinas Pemprov Riau. Kejadian terakhir terjadi pada Rabu (27/12/17), yang menimpa baliho bergambar Gubernur Riau di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Riau di Jalan Sutomo, Pekanbaru.
Menurut Al Azhar, terkadang grafiti menjadi cara untuk meluapkan protes. Namun, ia berharap protes disampaikan secara elok dan sopan.
"Sampaikan ke kami kalau beliau (gubernur) tak amanah, bukan dengan cara mencoret dengan gambar tak senonoh dan tidak sopan," ucapnya.
Ia menyadari bahwa kuat dugaan tindakan vandalisme itu bisa jadi karena persaingan politik jelang Pemilihan Gubernur Riau 2018. Seperti diketahui, Arsyadjuliandi Rachman selaku petahana sudah memutuskan akan maju kembali mempertahankan jabatannya.
Meski begitu, LAM Riau berharap proses politik tidak sampai mencederai kehidupan bermasyarakat di Riau yang kental dengan budaya Melayu, yang menjunjung tinggi adab kesopanan.
"Kita tahu 2018 eskalasi politik sudah mulai terasa. Jangan sampai hal seperti ini menyebabkan proses Pilgub cacat. Adat-adat dan adab jangan dilanggar dan jangan diinjak-injak," katanya.
Karena itu, apapun alasan dan motif di balik pembuatan grafiti itu, LAM Riau mengutuk tindakan tidak terpuji itu karena tidak hanya menghina Gubernur Riau, melainkan juga sudah melanggar asas kesopanan.
"Kita LAM, pertama mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kesantunan di bumi Melayu, jangan sekali kali menabrak itu. Apa pun tujuannya dan motifnya. Ini sudah mencedari asas kesantunan yang ada dalam adat Melayu Riau," katanya. (amy)
sumber: antarariau.com
"Kepada aparat penegak hukum untuk mengusut ini secara tuntas," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (29/12/17).
Al Azhar mengatakan mendapat banyak laporan dari warga tentang banyak baliho Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menjadi sasaran grafiti bergambar tidak senonoh.
Pelaku yang tidak dikenal sengaja menggambar grafiti menyerupai alat vital laki-laki, binatang, maupun kata-kata tak senonoh, di baliho orang nomor satu di Riau itu.
Tindakan pengrusakan itu sebenarnya banyak terjadi pada tahun ini, namun karena tidak ditanggapi serius oleh pihak yang berwajib, membuat aksi ini terus berulang.
Baliho Gubernur Riau yang kerap menjadi sasaran adalah yang ada di kantor-kantor dinas Pemprov Riau. Kejadian terakhir terjadi pada Rabu (27/12/17), yang menimpa baliho bergambar Gubernur Riau di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Riau di Jalan Sutomo, Pekanbaru.
Menurut Al Azhar, terkadang grafiti menjadi cara untuk meluapkan protes. Namun, ia berharap protes disampaikan secara elok dan sopan.
"Sampaikan ke kami kalau beliau (gubernur) tak amanah, bukan dengan cara mencoret dengan gambar tak senonoh dan tidak sopan," ucapnya.
Ia menyadari bahwa kuat dugaan tindakan vandalisme itu bisa jadi karena persaingan politik jelang Pemilihan Gubernur Riau 2018. Seperti diketahui, Arsyadjuliandi Rachman selaku petahana sudah memutuskan akan maju kembali mempertahankan jabatannya.
Meski begitu, LAM Riau berharap proses politik tidak sampai mencederai kehidupan bermasyarakat di Riau yang kental dengan budaya Melayu, yang menjunjung tinggi adab kesopanan.
"Kita tahu 2018 eskalasi politik sudah mulai terasa. Jangan sampai hal seperti ini menyebabkan proses Pilgub cacat. Adat-adat dan adab jangan dilanggar dan jangan diinjak-injak," katanya.
Karena itu, apapun alasan dan motif di balik pembuatan grafiti itu, LAM Riau mengutuk tindakan tidak terpuji itu karena tidak hanya menghina Gubernur Riau, melainkan juga sudah melanggar asas kesopanan.
"Kita LAM, pertama mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kesantunan di bumi Melayu, jangan sekali kali menabrak itu. Apa pun tujuannya dan motifnya. Ini sudah mencedari asas kesantunan yang ada dalam adat Melayu Riau," katanya. (amy)
sumber: antarariau.com
Berita Lainnya
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota