PILIHAN
Sabu-sabu Cair Belum Ada Ditemukan di Provinsi Riau
ilustrasi
Pekanbaru, Riauin.Com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau menyatakan belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu cair yang beredar daerah tersebut seperti yang telah beredar di diskotek MG International Jakarta beberapa waktu lalu.
"Selama ini kita laksanakan operasi razia, belum ada ditemukan modus penjualan sabu cair di tempat hiburan malam di Riau, baik dalam kota maupun luar kota," kata Kepala BNNP Riau, Brigjend Pol Wahyu Hidayat di Pekanbaru, Rabu.
Selain itu, tempat hiburan yang punya pabrik mengemas sendiri narkoba untuk dijual kepada pengunjung, kata dia juga belum ada. Begitu juga dengan modus adanya tiket atau kartu anggota untuk membeli narkoba belum ditemukan di tempat hiburan malam di Riau seperti haknya di Diskotek MG Internasional tersebut.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun menambahkan, meskipun belum ditemukan sabu-sabu cair di Pekanbaru, pihaknya akan terus berupaya mencarinya. Bahkan hingga akhir tahun, dia mengatakan akan menggencarkan razia tempat hiburan malam.
"Setelah adanya pengungkapan di Diskotek MG itu, kita langsung melaksanakan razia. Memang kita belum menemukan beredarnya sabu cair di tempat hiburan malam di Pekanbaru, namun tidak tertutup kemungkinan potensinya berdarnya, kita akan mengejarnya," ujarnya.
Sebelumnya BNN pusat mengungkap kasus pabrik narkoba di diskotik MG Internasional Club yang diungkap pada Minggu dinihari (17/12). Pada saat penggerebekan dilakukan pemeriksaan urine terhadap pengunjung dan120 orang terindikasi positif menggunakan narkoba cair jenis MDA (Methylenedioxyamphetamine).
"Di tempat kejadian lantai empat diskotik MG club ditemukan laboratorium pembuatan narkoba dan pada saat penggerebekan sedang bekerja `memasak` narkoba," kata Kepala Divisi Pemberantasan BNN, Irjen Polisi Arman Depari.
Barang bukti yang ditemukan antara lain prekursor heliotropine (piperonal), asetat glasial, HgCl2, nitroethana, benzochinone dan KOH.
"Narkoba jenis MDA cair dilokasi disebut dengan aqua getar atau aqua setan atau vitamin, dimana satu botol kemasan harga Rp400 ribu," kata Arman.
Pembeli adalah tamu diskotik yang memiliki kartu anggota yang berlaku enam bulan, setiap pembuatan kartu dan perpanjangan harus membayar Rp600 ribu, katanya.
"Cara membeli narkoba, dimana tamu wajib memperlihatkan kartu anggota kepada captain, kemudian captain meminta kepada kurir untuk disiapkan narkoba cair," kata Irjen Arman.
Selanjutnya kurir mengontak penghubung, dan penghubung meminta narkoba ke lantai empat tempat penyimpanan dan produksi. Lalu penghubung menyerahkan kepada kurir serta meminta uang sesuai harga, kemudian kurir menyerahkan kepada pembeli. (amy)
sumber: republika.co.id
"Selama ini kita laksanakan operasi razia, belum ada ditemukan modus penjualan sabu cair di tempat hiburan malam di Riau, baik dalam kota maupun luar kota," kata Kepala BNNP Riau, Brigjend Pol Wahyu Hidayat di Pekanbaru, Rabu.
Selain itu, tempat hiburan yang punya pabrik mengemas sendiri narkoba untuk dijual kepada pengunjung, kata dia juga belum ada. Begitu juga dengan modus adanya tiket atau kartu anggota untuk membeli narkoba belum ditemukan di tempat hiburan malam di Riau seperti haknya di Diskotek MG Internasional tersebut.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun menambahkan, meskipun belum ditemukan sabu-sabu cair di Pekanbaru, pihaknya akan terus berupaya mencarinya. Bahkan hingga akhir tahun, dia mengatakan akan menggencarkan razia tempat hiburan malam.
"Setelah adanya pengungkapan di Diskotek MG itu, kita langsung melaksanakan razia. Memang kita belum menemukan beredarnya sabu cair di tempat hiburan malam di Pekanbaru, namun tidak tertutup kemungkinan potensinya berdarnya, kita akan mengejarnya," ujarnya.
Sebelumnya BNN pusat mengungkap kasus pabrik narkoba di diskotik MG Internasional Club yang diungkap pada Minggu dinihari (17/12). Pada saat penggerebekan dilakukan pemeriksaan urine terhadap pengunjung dan120 orang terindikasi positif menggunakan narkoba cair jenis MDA (Methylenedioxyamphetamine).
"Di tempat kejadian lantai empat diskotik MG club ditemukan laboratorium pembuatan narkoba dan pada saat penggerebekan sedang bekerja `memasak` narkoba," kata Kepala Divisi Pemberantasan BNN, Irjen Polisi Arman Depari.
Barang bukti yang ditemukan antara lain prekursor heliotropine (piperonal), asetat glasial, HgCl2, nitroethana, benzochinone dan KOH.
"Narkoba jenis MDA cair dilokasi disebut dengan aqua getar atau aqua setan atau vitamin, dimana satu botol kemasan harga Rp400 ribu," kata Arman.
Pembeli adalah tamu diskotik yang memiliki kartu anggota yang berlaku enam bulan, setiap pembuatan kartu dan perpanjangan harus membayar Rp600 ribu, katanya.
"Cara membeli narkoba, dimana tamu wajib memperlihatkan kartu anggota kepada captain, kemudian captain meminta kepada kurir untuk disiapkan narkoba cair," kata Irjen Arman.
Selanjutnya kurir mengontak penghubung, dan penghubung meminta narkoba ke lantai empat tempat penyimpanan dan produksi. Lalu penghubung menyerahkan kepada kurir serta meminta uang sesuai harga, kemudian kurir menyerahkan kepada pembeli. (amy)
sumber: republika.co.id
Berita Lainnya
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota