FWK Soroti Komunikasi Publik Prabowo-Gibran di Tengah Krisis Global
Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Raja Parlidungan Pane bersama Hendry Bangun dan sejumlah wartawan anggota FWK berfoto bersama. F: Humas FWK
RIAUIN.COM – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan bahwa di tengah krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki komunikasi publik. Hal itu disampaikan dalam acara halalbihalal FWK di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurut Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, kritik tajam terhadap kinerja pemerintah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan, dan Koperasi Merah Putih (KMP), salah satunya disebabkan oleh komunikasi publik yang belum baik.
Meski demikian, FWK mengapresiasi langkah antisipasi pemerintah. Raja Parlindungan Pane menyatakan bahwa kebijakan pemerintah meredam gejolak global dan menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi perlu diapresiasi.
Diskusi dalam acara halalbihalal tersebut menyoroti kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, serta perkembangan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Hadir dalam diskusi antara lain mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun, serta sejumlah wartawan senior.
Hendry Bangun, mantan wartawan Kompas, menilai pemerintah sudah cukup baik dalam menangani berbagai persoalan ekonomi nasional, termasuk melakukan langkah antisipasi menghadapi tantangan krisis energi global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Ia menambahkan, selain menghitung secara cermat anggaran negara, pemerintah juga perlu mengelola ruang fiskal secara hati-hati dan adaptif untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah dituntut memperbaiki kelemahan komunikasi publik dan menggerakkan masyarakat untuk menghemat energi.
Diskusi FWK mencatat bahwa hingga kini belum terlihat adanya sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis energi global yang membutuhkan respons cepat dan penanganan serius. Sebab, tidak ada kepastian kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Jika perang berkepanjangan, dunia akan makin tertekan dan dibayangi inflasi tinggi serta mahalnya biaya hidup.
"Kita lihat saja, lalu lintas di Jakarta masih macet parah. Ini kan pemborosan energi. Hindari pemborosan," tambah Hendry Bangun.
Komunikasi publik menjadi isu yang diangkat Raja Pane dan Abdul Rahim Loebis, wartawan senior Kantor Berita Antara. Menurut mereka, FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah, tetapi wartawan harus tetap kritis. Upaya menjaga daya beli masyarakat, kebijakan subsidi, dan bantuan tunai bagi kelompok rentan perlu mendapat perhatian pemerintah.
Mereka juga menyoroti nasib pekerja media. Banyak wartawan terkena PHK dan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kelompok ini perlu mendapat bantuan dari pemerintah hingga kembali bekerja.
Sebaliknya, pemerintah perlu mawas diri dan berhati-hati dalam mengelola ekonomi nasional. Jangan sampai persepsi positif masyarakat dihapus oleh langkah tidak produktif, seperti impor 105.000 kendaraan (pikap/truk) dari India untuk mendukung Koperasi Merah Putih. Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara (BUMN) mengimpor kendaraan ini dinilai merusak citra positif Presiden Prabowo yang sedang gencar menarasikan kemandirian ekonomi Indonesia.
Hendry Bangun juga mengajak anggota FWK melakukan liputan langsung ke lapangan untuk melihat kehidupan riil masyarakat. Hal ini penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosial pers terhadap pemerintah.
Sementara itu, Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK, menyebut perlunya kebebasan pers dalam mengkritisi pelaksanaan program pemerintah. Mengutip pendapat ekonom peraih Nobel Amartya Sen, kebebasan pers diperlukan dalam pembangunan dan juga merupakan alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Melalui liputan pers, kemiskinan dan korupsi dapat diungkap. Pemerintah harus merespons positif tekanan dari media. - rum
Berita Lainnya
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
Perkuat Keandalan Listrik Riau, PLN Ganti CT 150 kV di GI Balai Pungut
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
Bupati Kuansing Suhardiman Amby Ditahan KPK, Netizen Soroti Pernyataan Lama 'Siapkan Tiang Gantungan'
PLN Nyalakan Harapan, Puluhan Pelajar MTsN 2 Payakumbuh Terima Beasiswa Cahaya Pintar dan Edukasi Bahaya Listrik
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
Perkuat Keandalan Listrik Riau, PLN Ganti CT 150 kV di GI Balai Pungut
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
Bupati Kuansing Suhardiman Amby Ditahan KPK, Netizen Soroti Pernyataan Lama 'Siapkan Tiang Gantungan'
PLN Nyalakan Harapan, Puluhan Pelajar MTsN 2 Payakumbuh Terima Beasiswa Cahaya Pintar dan Edukasi Bahaya Listrik