Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
Jabatan Tak Boleh Berkurban
Pemko Pekanbaru Perketat Standarisasi Dapur Program Makan Bergizi Gratis
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan dan standarisasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan konsumsi dan mutu pangan bagi peserta didik di wilayah tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menyatakan, pemerintah daerah kini memasuki fase penguatan kualitas setelah sebelumnya fokus pada pemenuhan kuantitas. Kelonggaran bagi mitra pengelola dapur kini ditiadakan demi menjamin kesehatan anak sekolah.
"Saat ini kami lebih mengutamakan mutu dapur. Standarisasi dapur SPPG harus benar-benar diterapkan tanpa pengecualian," ujar Ingot Ahmad Hutasuhut dalam keterangan resmi di Pekanbaru, Selasa (24/2/2026).
Ingot menegaskan bahwa aspek kesehatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam program strategis nasional ini. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru akan memanggil Koordinator Wilayah SPPG dan Satuan Tugas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Salah satu poin krusial dalam evaluasi tersebut adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini merupakan bukti bahwa pengelola dapur telah memenuhi standar kebersihan dan prosedur pengolahan makanan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
Berdasarkan data terkini, tercatat ada 119 SPPG yang terdaftar di Kota Pekanbaru. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 100 unit yang dinyatakan aktif beroperasi. Pemkot Pekanbaru tengah mengidentifikasi hambatan yang dialami pengelola dapur lainnya, baik dari sisi administratif maupun kendala teknis sarana dan prasarana.
"Kami ingin memetakan persoalan di lapangan secara pasti. Melalui evaluasi ini, pemerintah dapat mengambil tindakan perbaikan yang tepat agar seluruh dapur SPPG di Pekanbaru mencapai standar kelaikan 100 persen," kata Ingot.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem penyediaan makanan yang tidak hanya berkelanjutan secara operasional, tetapi juga aman secara medis bagi ribuan siswa di Pekanbaru. (Bil)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk