Elevasi Sungai Kampar Menurun, Akses Sejumlah Desa di Pelalawan Masih Terputus
RIAUIN.COM - Tinggi muka air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, Riau, menunjukkan tren penurunan dalam empat hari terakhir seiring berkurangnya intensitas hujan. Meski demikian, sejumlah akses jalan vital masih terendam banjir sehingga warga di beberapa desa tetap terisolasi dan harus bergantung pada transportasi air.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, total penurunan elevasi sungai mencapai 20 sentimeter sejak Minggu (18/1/2026). Hingga Rabu (21/1/2026), posisi air berada pada level 2,33 meter di atas normal, turun dari angka 2,51 meter pada awal pekan.
Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan Zulfan menjelaskan bahwa penyusutan ini dipengaruhi oleh meredanya curah hujan di wilayah hulu maupun hilir. "Penurunan debit terjadi karena intensitas hujan sudah jauh berkurang dibandingkan pekan lalu," ujar Zulfan di Pelalawan, Rabu.
Kondisi di kawasan hulu yang membaik juga berdampak pada penurunan debit air di waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar. Penurunan ini memberikan ruang bagi otoritas terkait untuk mengevaluasi pembukaan pintu limpasan (spillway gate).
Menurut Zulfan, pihaknya berencana melakukan koordinasi lanjutan dengan pengelola PLTA Koto Panjang untuk membahas pengaturan ulang pintu air yang sebelumnya dibuka pada posisi 2x50 sentimeter. Hal ini dilakukan guna memastikan penurunan elevasi di hilir tetap terjaga.
Kendati permukaan air menyusut, dampak banjir di lapangan belum sepenuhnya mereda. Sejumlah titik jalan penghubung antar-desa masih terendam air dengan ketinggian yang cukup dalam, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
Beberapa titik yang masih terisolasi antara lain, Jalan Desa Sotol-Desa Tambak, terendam lebih dari 50 sentimeter selama sepekan terakhir. Akses Desa Rantau Baru, genangan setinggi 30 hingga 50 sentimeter masih memutus jalur dari Koridor PT RAPP. Jalur Kelurahan Langgam-Dusun Muaro, masih tergenang, namun mulai dapat dilalui kendaraan tertentu dengan kewaspadaan tinggi.
Akibat terputusnya akses darat, warga terpaksa menggunakan sampan atau pompong untuk beraktivitas sehari-hari. Fasilitas publik seperti SD Negeri 004 Muaro Sako juga masih terdampak genangan, meskipun ketinggian air dilaporkan mulai melandai.
Pihak pemerintah daerah berharap tren penurunan ini terus berlanjut agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Kampar dapat segera kembali normal.
Sumber: Tribunpekanbaru
Berita Lainnya
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional