Perbaikan Sambungan Jembatan Siak I Tuntas, Aspek Keselamatan Jadi Prioritas
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) telah merampungkan pemeliharaan pada Jembatan Siak I di Kota Pekanbaru. Langkah ini diambil guna merespons kekhawatiran masyarakat terkait kerusakan pada sambungan jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan teknis sebelumnya berupa celah pada sambungan jembatan (expansion joint) yang mencapai lebar 15 sentimeter. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang rentan terperosok atau kehilangan kendali saat melintasi urat nadi transportasi Sungai Siak tersebut.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas PUPR-PKPP Riau Khairil Anwar, mewakili Kepala Bidang Bina Marga Zulfahmi, mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan fisik telah selesai pada akhir pekan lalu. Pihaknya menerjunkan tim teknis untuk memastikan hasil perbaikan sesuai dengan standar keamanan infrastruktur jembatan.
"Kami telah melakukan pemeliharaan expansion joint di tiga titik strategis pada Jembatan Siak I. Pengerjaan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, guna meminimalisasi gangguan terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut," ujar Khairil Anwar dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Senin (19/1/2026).
Khairil Anwar menjelaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto. Pimpinan daerah menekankan bahwa setiap kerusakan yang bersentuhan langsung dengan risiko keselamatan nyawa masyarakat harus mendapatkan prioritas penanganan segera.
Selain Jembatan Siak I, Dinas PUPR-PKPP Riau juga tengah menggencarkan pemeliharaan rutin pada sejumlah ruas jalan provinsi di ibu kota. Salah satu titik yang telah diselesaikan adalah Jalan Hangtuah, Pekanbaru.
"Di Jalan Hangtuah, kami telah melakukan penambalan lubang atau patching. Tujuannya agar masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus menekan risiko kerusakan kendaraan akibat kondisi jalan yang tidak rata," tambah Khairil Anwar.
Meski perbaikan terus dilakukan secara bertahap, Pemerintah Provinsi Riau mengharapkan pemahaman masyarakat terkait kondisi ruas jalan lain yang belum tertangani. Keterbatasan anggaran daerah dan luasnya cakupan kewenangan jalan provinsi yang tersebar di 12 kabupaten/kota menjadi tantangan utama.
Status jalan provinsi memiliki spesifikasi teknis yang lebih kompleks dibandingkan jalan kabupaten atau kota, sehingga memerlukan ketelitian dalam setiap pengerjaan. Pemerintah berkomitmen tetap melakukan pemeliharaan berkala di tengah keterbatasan yang ada demi menjaga konektivitas antarwilayah di Riau. (Bil)
Berita Lainnya
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka