Desa Bagan Limau di TNTN Pelalawan Dikembalikan ke Negara, Ribuan Sawit Ditumbangkan
RIAUIN.COM – Pemerintah secara resmi mengembalikan Desa Bagan Limau seluas 633 hektare di Kabupaten Pelalawan ke negara. Desa yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) itu sebelumnya dihuni 227 kepala keluarga dan didominasi perkebunan kelapa sawit.
Pengembalian kawasan tersebut ditandai dengan penumbangan ribuan pohon sawit serta pembongkaran rumah warga guna mengembalikan fungsi hutan sebagai habitat flora dan fauna. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, pengembalian Desa Bagan Limau merupakan langkah tegas negara dalam menyelamatkan kawasan konservasi yang selama ini terdegradasi akibat perambahan.
“Taman Nasional Tesso Nilo ini adalah kawasan konservasi yang harus kita selamatkan. Negara tidak boleh kalah dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati,” kata Raja Juli Antoni.
Penertiban kawasan TNTN dilakukan bukan semata-mata untuk menggusur warga, melainkan sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis hutan secara berkelanjutan.
“Kami tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Relokasi dilakukan dengan skema yang adil, namun kawasan konservasi harus dikembalikan ke fungsinya,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Kementerian Kehutanan mengalokasikan 74 ribu bibit pohon untuk rehabilitasi ekosistem TNTN. Bibit tersebut terdiri atas 30 ribu mahoni, 15 ribu trembesi, 15 ribu sengon, 9 ribu jengkol, dan 5 ribu kaliandra.
Meski demikian, Raja Juli mengakui upaya penyelamatan TNTN masih menghadapi tantangan. “Pekerjaan kita belum selesai. Masih ada penolakan dan tekanan lain, tapi negara harus konsisten menjaga kawasan ini,” tegasnya.
Berdasarkan kajian Program Komando Pemulihan Hutan (PKH), tanpa upaya penyelamatan yang serius dan berkelanjutan, TNTN diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 2027.
Pemerintah berharap langkah ini dapat mengembalikan TNTN sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati Indonesia dan warisan penting bagi generasi mendatang. -ary
Berita Lainnya
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional