Pemerintah Bangun Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Padang
RIAUIN.COM - Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanganan pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.
Penyediaan hunian sementara tersebut bertujuan agar para pengungsi dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman, layak, dan sehat sembari menunggu proses pemulihan serta pembangunan rumah permanen.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa hunian sementara menjadi solusi transisi agar warga tidak terlalu lama berada di pengungsian darurat.
“Huntara disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Pemerintah memastikan bangunan yang digunakan aman, layak huni, dan sesuai standar kesehatan,” kata Abdul Muhari, Senin (15/12/2025).
Menurut dia, pembangunan hunian sementara dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, hunian sementara juga dirancang untuk menunjang aktivitas harian warga terdampak.
“Fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, serta sarana pendukung lainnya telah disiapkan. Penataan kawasan juga mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar Abdul Muhari.
Di samping pembangunan hunian sementara, pemerintah tetap memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pengungsi. Bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial terus disalurkan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Hunian sementara tersebut dibangun di kawasan Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Sebanyak 80 unit huntara disediakan dan terbagi ke dalam enam blok.
Penghuni huntara berasal dari sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Koto Tangah sebanyak 31 unit, Kecamatan Kuranji 11 unit, Kecamatan Pauh 36 unit, serta Kecamatan Nanggalo 1 unit.
“Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali menempati rumah permanen dengan aman,” kata Abdul Muhari. (*)
Berita Lainnya
Kantor Bupati hingga Gedung DPRD Solok Terdampak Galodo, Pemkab Inventarisasi Kerusakan
Hujan Deras di Gunung Talang Solok Picu Galodo, Kawasan Arosuka Tertimbun Material Longsor
Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
Ketua PW IPNU Sumbar Berikan Seminar Kemerdekaan tentang Bahaya Bullying di PPMINI Tandikek
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo
Kantor Bupati hingga Gedung DPRD Solok Terdampak Galodo, Pemkab Inventarisasi Kerusakan
Hujan Deras di Gunung Talang Solok Picu Galodo, Kawasan Arosuka Tertimbun Material Longsor
Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
Ketua PW IPNU Sumbar Berikan Seminar Kemerdekaan tentang Bahaya Bullying di PPMINI Tandikek
Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan
SMANDA Menguasai Dunia, Jejak Alumni Perkuat Warisan 170 Tahun Sikolah Radjo