Upaya Pengiriman Calon Pekerja Migran ke Kamboja Lewat Dumai Berhasil Digagalkan
RIAUIN.COM – Tim gabungan berhasil menggagalkan upaya pengiriman calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal dari Riau menuju Kamboja. Operasi yang dilakukan pada Jumat (12/12/2025) itu, menyelamatkan lima calon PMI sebelum diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Dumai.
Kelima calon PMI tersebut terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki. Mereka ditemukan petugas gabungan di Wisma Amira, Jalan M Husni Thamrin, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Lokasi ini diduga dijadikan tempat penampungan sementara oleh sindikat perdagangan orang sebelum korban diselundupkan ke luar negeri.
Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan keluarga salah satu korban yang mencurigai adanya penipuan terkait tawaran pekerjaan ke luar negeri.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BP3MI Riau bersama Wascendak KP2MI yang sedang melakukan pengawasan di Dumai berkoordinasi dengan Polres Dumai. Tim kemudian bergerak cepat ke Wisma Amira dan menemukan lima calon PMI berada di dua kamar yang telah disiapkan sindikat.
Dalam operasi itu, seorang terduga pelaku bernama Rohim berhasil diamankan saat tengah mengantarkan makanan untuk para korban. Dari pemeriksaan awal, Rohim mengaku bertindak atas perintah seseorang bernama Amel yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.
Menurut Fanny, para calon PMI dijanjikan pekerjaan di Kamboja dengan gaji sebesar Rp13 juta per bulan dan akan diberangkatkan melalui jalur ilegal ke Malaysia.
“Penindakan cepat ini menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warga dari praktik penempatan pekerja migran ilegal dan tindak pidana perdagangan orang,” ujar Fanny, Sabtu 13 Desember 2025.
Seluruh calon PMI dan terduga pelaku dibawa ke Satuan Polisi Air Polres Dumai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan awal, korban diserahkan kepada BP3MI Riau melalui P4MI Dumai.
BP3MI Riau akan melakukan pendataan, pendampingan, dan memfasilitasi pemulangan korban ke daerah asal. Lembaga ini memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan sebelum kembali ke keluarga.
Fanny mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran pekerjaan ke luar negeri yang menjanjikan gaji besar tanpa prosedur resmi. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan indikasi penempatan ilegal atau perdagangan orang. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini