PT Audi Teknologi Indonesia Pastikan Tanggung Jawab Penuh Biaya Pengobatan Karyawan Alami Kecelakaan Kerja di Pekanbaru
Manajer PT Audi Teknologi Indonesia, Syukurni saat menyerahkan bukti pembayaran biaya perawatan rumah sakit kepada ibu korban kecelakaan kerja, Selasa (11/11/2025). | Foto : ovie
RIAUIN.COM – PT Audi Teknologi Indonesia memastikan tetap bertanggung jawab penuh terhadap perawatan dan pemulihan Muhammad Fathir, karyawan perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu. Manajemen menyebut telah terjadi miskomunikasi antara pihak keluarga dan perusahaan terkait penanganan awal korban.
Manajer PT Audi Teknologi Indonesia, Syukurni, menjelaskan insiden tersebut terjadi saat korban tengah menarik kabel jaringan internet My Republik di Jalan Siak II, Pekanbaru, Selasa (28/10/2025). Korban yang tersengat aliran listrik PLN saat bekerja tersebut mengalami luka bakar mencapai 46 persen dan kini dirawat intensif di RS Prima Pekanbaru.
Dihari terjadi insiden tersebut, perusahaan langsung berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penanganan medis terhadap Fathir berjalan baik. Bahkan, perusahaan juga telah menanggung biaya deposit dan kebutuhan lain selama masa perawatan.
"Kondisi korban saat ini sudah membaik, sudah bisa makan dan berbicara. Untuk penanganan lebih lanjut sepenuhnya kami serahkan kepada dokter yang menangani," ujar Syukurni dalam jumpa pers di Pekanbaru, Selasa (11/11/2025).
Syukurni mengatakan kabar yang menyebut perusahaan lepas tangan tidak benar. Menurutnya, antara pihak keluarga dan perusahaan sempat terjadi miskomunikasi, namun kini sudah diselesaikan dengan baik.
"Kami tetap bertanggung jawab penuh atas kondisi Fathir. Pihak keluarga juga sudah kami temui dan kami pastikan tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan maupun kebutuhan di rumah sakit," jelasnya.
Fathir merupakan karyawan yang telah bekerja selama satu tahun pada fendor My Republik. Namun perusahaan baru mengaktifkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sehari setelah insiden kecelakaan kerja tepatnya pada 29 Oktober 2025.
"Memang ada keterlambatan administrasi pembayaran BPJS, tetapi itu tidak mengurangi tanggung jawab kami terhadap karyawan," katanya.
Selain menjamin perawatan, perusahaan juga memastikan status pekerjaan dan hak Fathir tetap berjalan seperti biasa. Bahkan gaji korban pun hingga saat ini tetap dibayarkan.
Dia menyakinkan pihak keluarga setelah pulih Fathir akan tetap bekerja di perusahaan tersebut. "Selagi karyawan tidak tersandung hukum dan masih sanggup bekerja, mereka tetap menjadi bagian dari kami," tutur Syukurni.
Pada kesempatan itu Syukurni juga menunjukkan bukti pembayaran biaya perawatan korban di rumah sakit. Terhitung hingga hari ini 11 November 2025, total pembayaran yang sudah dilakukan perusahaan mencapai Rp57,97 juta dari total tagihan rumah sakit Rp59,17 juta.
Syukurni menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi internal perusahaan yang tengah melakukan ekspansi bisnis. Ia memastikan, komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan akan terus diperkuat.
"Kami baru ekspansi ke Pulau Sumatera. Saat ini PT Audi Teknologi Indonesia sendiri memiliki 76 karyawan yang tersebar di wilayah Sumatera, Riau dan Sumatera Selatan. Ini merupakan insiden pertama yang terjadi, sekaligus menjadi pembelajaran bagi perusahaan," ungkapnya.
Sementara itu, Ruri Ria Sari, ibu korban, menyampaikan harapan agar perusahaan memperbaiki manajemen internal supaya peristiwa serupa tidak terulang.
"Fathir anak kedua dari lima bersaudara. Anak saya tulang punggung keluarga kami. Kami berharap perusahaan menepati janji dan terus memperbaiki sistem kerja untuk keselamatan karyawan lainnya,” ujar Ruri. -vie
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi