• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Nasional

Sungai Kuantan Keruh, Tanggung Jawab Lintas Provinsi

Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 17:06:11 WIB
Cetak

Bagian Hulu Sungai Kuantan

Ditulis: Hendrianto

RIAUIN.COM- Dua dekade terakhir, Sungai Kuantan menghadapi masalah serius: airnya keruh dan tercemar. Kondisi ini tidak hanya mengancam ekosistem, tapi juga langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kekeruhan Sungai Kuantan terutama disebabkan oleh Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Namun, tak adil jika kita hanya menyalahkan praktik PETI di Kuansing saja.

Hulu sungai ini berada di wilayah Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, yang dikenal juga sebagai Batang Ombilin, dengan anak-anak sungainya seperti Batang Palangki dan Batang Sinamar juga turut berkontribusi pada masalah yang sama.

Oleh karena itu, penyelesaian masalah ini menuntut komitmen dan kolaborasi lintas provinsi yang kuat antara pemerintah daerah Riau dan Sumatera Barat.
 

Melihat Sungai Kuantan kini adalah pemandangan yang memprihatinkan. Airnya tak lagi jernih, melainkan cokelat pekat layaknya kopi susu, dengan endapan lumpur yang jelas terlihat di dasar dan tepi sungai.

Fenomena menarik muncul setiap tahun saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Pada hari pertama dan kedua lebaran, ketika para pelaku PETI menghentikan aktivitasnya untuk merayakan hari besar, air Sungai Kuantan menampakkan kembali kejernihannya.

Ini adalah momen langka di mana masyarakat bisa melihat dasar sungai dan merasakan kembali kejernihan air yang seharusnya, sebuah bukti nyata betapa aktivitas PETI menjadi penyebab utama kekeruhan sungai ini.

Kondisi tercemar ini membawa dampak lingkungan yang sangat serius: ekosistem sungai rusak parah, ikan-ikan mati, keanekaragaman hayati menurun, dan habitat alami banyak biota air terganggu.

Pencemaran tak berhenti di situ, air baku untuk konsumsi masyarakat dan pertanian ikut tercemar, mengancam kesehatan dan ketahanan pangan lokal. Erosi tanah di sekitar bantaran sungai pun kian parah.

Secara sosial dan ekonomi, dampaknya tak kalah menyedihkan. Masyarakat kesulitan mendapat akses air bersih yang layak. Hasil tangkapan ikan nelayan lokal menurun drastis, bahkan seringkali nihil, menghantam pendapatan mereka.

Ancaman kesehatan berupa penyakit kulit hingga keracunan merkuri juga membayangi warga yang terpaksa menggunakan atau mengonsumsi air tercemar.

PETI adalah praktik penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk mengeruk dasar dan tepi sungai. Seringkali, praktik ini juga melibatkan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri.

Proses inilah yang secara langsung menyebabkan sedimentasi masif, menghasilkan lumpur yang mencemari air sungai. 

Belum lagi, merkuri dan bahan kimia lain yang digunakan akan mencemari air dengan zat berbahaya yang sulit dihilangkan dan bersifat kumulatif dalam rantai makanan.

Aktivitas PETI ini tak hanya terkonsentrasi di satu titik. Penambangan ilegal tersebar luas di sepanjang aliran sungai, mulai dari wilayah Kuansing hingga ke bagian hulu sungai di wilayah Sumatera Barat.

Ini menunjukkan bahwa masalahnya jauh lebih kompleks daripada sekadar masalah lokal. Menyalahkan Kuantan Singingi sepenuhnya atas kekeruhan Sungai Kuantan adalah sebuah simplifikasi yang tak adil.

Sungai Kuantan adalah bagian dari sistem hidrologi yang lebih besar. Hulunya berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Sijunjung, di mana Sungai Kuantan dikenal sebagai Batang Ombilin.

Di sana, berbagai anak sungai seperti Batang Palangki dan Batang Sinamar bertemu membentuk aliran utama. Indikasi kuat menunjukkan bahwa PETI juga terjadi di wilayah hulu ini, di beberapa kabupaten di Sumatera Barat.

Praktik penambangan ilegal di hulu secara otomatis berkontribusi pada lumpur dan pencemaran yang kemudian mengalir ke hilir, memengaruhi Kuansing.

Oleh karena itu, masalah Sungai Kuantan adalah masalah bersama. Tak ada satu pun daerah yang bisa lari dari tanggung jawab.

Ada saling ketergantungan antara hulu dan hilir; apa yang terjadi di hulu akan memengaruhi hilir. Solusi yang efektif haruslah terpadu dan melibatkan koordinasi dari hulu hingga hilir.

Dibutuhkan komitmen nyata dan kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Riau dan Sumatera Barat, serta pemerintah kabupaten/kota terkait di kedua provinsi.

Langkah awal bisa berupa pembentukan tim terpadu lintas provinsi yang fokus pada penindakan PETI. Tim ini harus bekerja sama dalam menyelaraskan regulasi dan kebijakan terkait pertambangan tanpa izin, serta berbagi informasi dan intelijen mengenai lokasi dan para pelaku PETI.

Selain penindakan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga penting untuk menyadarkan mereka akan dampak buruk PETI dan pentingnya menjaga kelestarian sungai.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memikirkan pemberdayaan ekonomi alternatif bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada PETI, agar mereka memiliki pilihan mata pencarian lain yang legal dan berkelanjutan.

Operasi penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, menindak para pelaku maupun pemodal di balik aktivitas ilegal ini.

Sanksi hukum yang berat harus diterapkan, dan alat berat yang digunakan untuk PETI harus disita dan dimusnahkan untuk mencegah penggunaannya kembali.

Tanpa ketegasan ini, PETI akan terus merajalela dan merusak sungai yang menjadi aset vital masyarakat di rantau Kuantan.

Restorasi Sungai Kuantan adalah sebuah keharusan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sepanjang alirannya.

Sudah saatnya Gubernur Riau dan Sumatera Barat duduk berunding demi masa depan Sungai Kuantan yang bersih, jernih, dan lestari, agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan

Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf

PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global

PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata

Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan

Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pertamina Garansi Subsidi BBM Aman dari Fluktuasi Minyak Dunia
  • 2 Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
  • 3 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 4 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 5 Imbas Kabut Asap, Sekolah di Pekanbaru Terapkan Belajar Jarak Jauh
  • 6 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 7 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 8 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 9 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
Terkini +INDEKS

BRK Syariah Telah Salurkan 11.000 Rumah Subsidi di Riau dan Kepulauan Riau

13 September 2026
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
12 September 2026
Pertamina Garansi Subsidi BBM Aman dari Fluktuasi Minyak Dunia
12 September 2026
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
12 September 2026
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
12 September 2026
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
12 September 2026
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
12 September 2026
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
12 September 2026
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
12 September 2026
Sempat Imbang, PSPS Pekanbaru Akhirnya Menyerah 1-2 di Markas PSIS Semarang
12 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved