• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
21 Juli 2026
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
20 Juli 2026
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026

  • Home
  • Ekonomi

BUMDes vs Koperasi Merah Putih: Dilema Ekonomi Desa dan Jalan Menuju Kemandirian

Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 00:41:27 WIB
Cetak

Oleh: Hendrianto

Di TENGAH desentralisasi yang kian menguat, pemerintahan desa menghadapi dilema krusial dalam memilih mesin penggerak ekonominya. Melanggengkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah eksis, atau merangkul inisiatif baru Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang akan mengucurkan dana besar?

Pilihan ini bukan hanya preferensi, melainkan penentu arah kemandirian dan kesejahteraan desa di masa depan. Pondasi yang Perlu Diperkuat. Sejak diamanatkan oleh Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, BUMDes telah menjadi tulang punggung perekonomian desa.

Dengan modal yang berasal dari pemerintah desa dan Pendapatan Asli Desa (PADes), BUMDes diharapkan mampu mengelola potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan PADes itu sendiri.

Berbagai unit usaha telah lahir, mulai dari simpan pinjam, pengelolaan air bersih, hingga unit wisata desa. Namun, realitas di lapangan tak seindah harapan. Banyak BUMDes yang masih terseok-seok, bahkan mati suri.

Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Pengelola BUMDes seringkali belum memiliki kapasitas mumpuni dalam manajemen bisnis, pemasaran, hingga inovasi produk.

Akibatnya, ide-ide kreatif sulit berkembang, dan potensi desa tidak tergarap maksimal. Selain itu, isu transparansi dan akuntabilitas juga kerap menjadi sorotan, terutama jika pengawasan dari pemerintah desa dan masyarakat kurang ketat.

Kini, wacana kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi angin segar, sekaligus memunculkan pertanyaan. Dengan dukungan yang dijanjikan melalui Inpres No. 9 Tahun 2025, koperasi ini diharapkan mampu mengalirkan dana desa, APBN, APBD, bahkan pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Skema pendanaan jumbo ini tentu menggiurkan, berpotensi membuka keran investasi yang selama ini sulit diakses oleh BUMDes. Koperasi Merah Putih mengusung semangat gotong royong dan kepemilikan bersama, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama.

Ini adalah model yang ideal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat secara partisipatif. Namun, di balik potensi besarnya, tersimpan pula kekhawatiran. Risiko utang berantai menjadi momok jika koperasi gagal mengelola pinjaman dengan baik.

Sejarah kelam koperasi di masa lalu, yang seringkali tersandung masalah manajemen dan penyelewengan, patut menjadi pelajaran berharga. Selain itu, potensi politisasi juga tak bisa diabaikan.

Dengan skema pendanaan yang melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan, ada risiko bahwa Koperasi Merah Putih dapat menjadi alat politik praktis, mengesampingkan tujuan utama pemberdayaan ekonomi.

Menghadapi pilihan dilematis ini, pemerintahan desa sesungguhnya tidak perlu terjebak dalam dikotomi. Justru, jawabannya terletak pada sinergi dan penguatan kapasitas.

Pertama, penguatan BUMDes yang sudah ada. Pemerintah desa harus fokus pada peningkatan kapasitas SDM pengelola BUMDes melalui pelatihan yang relevan, pendampingan dari ahli bisnis, dan fasilitasi akses ke pasar yang lebih luas.

Model bisnis BUMDes harus dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan dinamika pasar. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMDes harus menjadi prioritas utama.

Kedua, memandang Koperasi Merah Putih sebagai pelengkap, bukan pengganti. Jika Koperasi Merah Putih benar-benar terealisasi, desa dapat memanfaatkannya sebagai sumber pendanaan tambahan yang besar untuk mengembangkan unit usaha yang memerlukan investasi signifikan.

Namun, tata kelola yang ketat, pengawasan berlapis, dan prinsip kehati-hatian dalam berutang harus menjadi landasan utama. Ini juga bisa menjadi momentum bagi BUMDes dan Koperasi Merah Putih untuk berkolaborasi, misalnya BUMDes mengelola aset desa, sementara Koperasi Merah Putih fokus pada pemberdayaan anggota melalui berbagai usaha produktif.

Ketiga, membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat. Terlepas dari bentuk kelembagaannya, keberhasilan ekonomi desa sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta. Fasilitasi akses ke teknologi, informasi pasar, dan jejaring bisnis akan sangat membantu kedua entitas ini untuk berkembang.

Pilihan antara BUMDes atau Koperasi Merah Putih bukanlah tentang mana yang lebih baik, melainkan bagaimana keduanya dapat diintegrasikan dan dikelola dengan bijak untuk mencapai tujuan bersama, kemandirian ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tantangan SDM dan tata kelola harus dijawab dengan komitmen kuat dan langkah nyata dari semua pihak, sehingga roda ekonomi desa benar-benar bergerak dan membawa kemakmuran bagi seluruh wwarganya (***)
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

Capella Honda Buka Astra Honda Best Student 2026 di Riau, Ajak Generasi Z Ciptakan Inovasi Berbasis SDGs

Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan

BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

Capella Honda Buka Astra Honda Best Student 2026 di Riau, Ajak Generasi Z Ciptakan Inovasi Berbasis SDGs

Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan

BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Raja Juli Bungkam Usai KPK Tolak Laporan Gratifikasi Amplop Bupati Kuansing
  • 2 Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
  • 3 Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
  • 4 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 5 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 6 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 7 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 8 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 9 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Terkini +INDEKS

Ratusan Koperasi Pasif di Pekanbaru Terancam Dibubarkan

21 Juli 2026
Soal Amplop Bupati Kuansing, KPK Pastikan Materi Raja Juli Antoni Masuk Berkas Penyidikan
21 Juli 2026
Intervensi Harga Sembako di Pekanbaru, Mobil Pak Aman Jangkau Warga hingga Akhir Juli
21 Juli 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
21 Juli 2026
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
21 Juli 2026
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
21 Juli 2026
Hilang Kendali dan Masuk Jalur Lawan, Pemotor di Pekanbaru Hantam Pengendara Lain hingga 4 Orang Luka
21 Juli 2026
Buruh Sawit di Siak Nyaris Diserang Harimau Saat Angkut Hasil Panen dengan Sepeda Motor
21 Juli 2026
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
21 Juli 2026
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
21 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved