Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Harga Gas Elpiji 3 Kilogram di Pekanbaru Tidak Ada Kenaikan, Tetap Rp18.000
Ilustrasi
RIAUIN.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram tetap berada di angka Rp18.000 tanpa adanya perubahan. Untuk meningkatkan kualitas distribusi, Disperindag berencana mengadakan pertemuan dengan pihak terkait pada 10 Februari 2025.
Kepala Disperindag Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan pada Jumat (7/2/2025), pihaknya akan bertemu dengan Pertamina, agen elpiji, serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) guna membahas masalah distribusi dan penjualan gas subsidi.
"Hari Senin nanti, kami akan mengundang Pertamina, agen elpiji, dan Hiswana Migas untuk berbicara mengenai beberapa isu terkait distribusi dan penjualan gas elpiji 3 kilogram. Salah satu agenda utama adalah menegakkan larangan bagi pengecer yang menjual gas bersubsidi," ujarnya.
Disperindag berencana mengalihkan pengecer yang selama ini menjual gas elpiji 3 kilogram menjadi sub-pangkalan resmi untuk memastikan bahwa gas bersubsidi dijual sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Selain itu, Disperindag juga akan menyarankan pembentukan pangkalan khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Usulan ini muncul karena banyak pedagang kaki lima yang membutuhkan gas elpiji untuk kegiatan jualannya, namun mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan dengan harga yang sesuai HET.
"Kami akan mempertimbangkan pembukaan pangkalan khusus untuk UMKM, seperti di sepanjang Jalan Imam Munandar (Harapan Raya). Banyak pedagang kecil di kawasan itu yang membutuhkan dua hingga tiga tabung gas elpiji 3 kilogram per hari," ujar Zulhelmi.
Dia menambahkan, jika pelaku UMKM berada di daerah yang jauh dari pangkalan, seperti Kecamatan Kulim, mereka akan kesulitan karena harus kembali ke pangkalan asal mereka di Kulim.
Selain di Jalan Harapan Raya, Disperindag juga akan meninjau lokasi-lokasi lain yang dapat dijadikan pangkalan khusus UMKM. Langkah ini bertujuan agar gas elpiji bersubsidi dapat lebih mudah diakses oleh pelaku usaha kecil tanpa melalui pengecer yang menjual dengan harga lebih tinggi.
"Kami ingin memastikan gas elpiji bersubsidi dijual sesuai dengan HET yang telah ditetapkan. Jika dijual di warung-warung biasa, harganya bisa lebih mahal dari yang seharusnya," tegasnya.
Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, distribusi gas elpiji 3 kilogram di Pekanbaru dapat lebih teratur, sehingga masyarakat dan pelaku usaha kecil dapat memperoleh gas dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah. (Nab)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga