APBD Kampar Triliunan, Kondisi Masjid Islamic Centre Bangkinang Tak Terawat
RIAUIN.COM- Kondisi Masjid Islamic Centre Bangkinang sungguh memprihatinkan. Pasca direhab dengan menelan anggaran Rp6,7 miliar tak membuat masjid kebanggaan masyarakat Kampar tersebut bisa digunakan untuk beribadah dengan sempurna.
Pasalnya, areal dalam masjid hanya beberapa bagian sudut kecil saja yang dapat digunakan untuk shlat lima waktu. Sebagian plafon dan gibsun hancur karena rembesan air hujan, tetesan air berserakan di lantai masjid sehingga mengakibatkan lantai licin. Tak jarang pengunjung pun sempat hampir jatuh karena terpeleset setelah menginjak air dari atas yang bocor.
Kondisi ini membuat masyarakat Bangkinang Kota, prihatin kepada otoritas di daerah. Mulai dari Bupati, Sekda, kepala dinas PU hingga 45 anggota Dewan tak luput dari luapan kekecewaan muslim di Kota Serambi Mekkah ini.
Seorang warga, Muslim (54) sampai meneteskan air mata saat melihat langsung kondisi masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kampar tersebut yang sama sekali tidak terawat.
Menurut Muslim, APBD Kampar seharusnya dipergunakan untuk hal-hal yang prioritas, seperti membangun infrastruktur jalan dan jembatan serta digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan yang masih di atas 7 persen.
Salah satu hal yang juga menjadi prioritas saat ini, menurut Muslim ialah merenovasi Masjid Islamic Centre yang kondisinya mengalami kerusakan cukup parah dengan anggaran maksimal.
"Malu kita sebagai orang Kampar yang berjuluk Negeri Serambi Mekkah, akan tapi Masjid Islamic Centre-nya rusak, tak bisa lagi dipakai untuk beribadah secara sempurna," ujar Muslim saat mendatangi masjid besar yang terletak tidak jauh dari rumah dinas Bupati Kampar tersebut pada Sabtu (1/6/2024).
Muslim mengingatkan pemerintah daerah untuk serius membenahi tempat beribadah utama di Kampar yang dinamai dengan Masjid Islamic Centre Bangkinang itu. Ia mendesak bupati dan DPRD untuk menyelesaikan renovasi masjid secepat mungkin supaya masyarakat dan jamaah bisa beribadah kembali di sana dengan nyaman dan sempurna.
Pria yang akrab disapa Udo ini mengaku sangat geram kepada anggota DPRD Kampar yang seharusnya bisa memberi tekanan dan tindakan yang lebih keras kepada bupati dan jajaran untuk lebih mengutamakan kesempurnaan bangunan Islamic Centre Bangkinang ini. Namun nyata tidak demikian. DPRD menurutnya justru terkesan cuek dan diam saja.
Lelaki paruh paya yang juga aktif di LSM Penjara Kabupaten Kampar itu mengatakan, selain mengecam pemerintah dan dinas serta seluruh pihak terkait, ia juga akan mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan ini ke pihak penegak hukum.
Ia menduga proyek renovasi Islamic Centre senilai 6,7 miliar pada tahun 2023 lalu juga disinyalir bermasalah. "Proyek tidak selesai 100 persen bisa dibilang mangkrak menjadi tanda tanya bagi kalangan wartawan dan LSM. Nanti kita pertimbangan untuk melaporkan ini ke penegak hukum," tutur Muslim.
Muslim juga meminta para penegak hukum untuk berinisiatif menelisik perkara ini. Apakah ada unsur dugaan pelanggaran pidana disitu atau tidak.
Sebelumnya, proyek renovasi Masjid Islamic Centre Kabupaten Kampar di Kota Bangkinang tahun 2023 yang menelan anggaran sebesar 6,7 miliar tidak selesai 100 persen.
Menurut Surya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), status proyek itu kini telah putus kontrak. Pihak kontraktor sudah diberi dua kali kesempatan tambahan waktu, akan tetapi proyek tetap tidak selesai.
"Sesuai Perpres (Peraturan Presiden) tak ada kesempatan tambahan untuk ke-3 kalinya," ujar Surya, kepada wartawan, Minggu (5/5/2024).
Menurut Surya, bobot akhir yang berhasil dirampungkan oleh rekanan adalah sebesar 91 persen saja. Lebih lanjut Surya menerangkan, dari bobot 91 tersebut, pihaknya baru membayar sebesar 74 persen dari seluruh anggaran.
"Untuk pembayaran sisanya menunggu hasil audit," beber Surya.
Surya mengatakan, saat ini proses audit terhadap proyek tersebut tengah berlangsung. Pihaknya melibatkan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam audit ini.
Tokoh masyarakat Bangkinang Muhammad Idris juga kecewa dengan gagal rampungnya proyek renovasi kubah masjid yang menjadi ikon Kabupaten Kampar tersebut.
Ia menyebut, dampak dari tidak maksimalnya anggaran untuk proyek renovasi tersebut, mengakibatkan hanya seperdelapan dari areal dalam masjid yang bisa digunakan saat ini untuk beribadah.
Lebih jauh, Muhamad Idris mempertanyakan mengapa anggaran yang dialokasikan untuk renovasi masjid hanya sebesar 6,7 miliar, tidak 40 miliar seperti kebutuhan dan usulan awal.
"Saat ini hanya seperdelapan dari masjid yang bisa digunakan untuk ibadah," ucap Muhammad Idris di Kantor PDI-P Kampar, saat mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati untuk Edwin Pratama Putra, beberapa waktu lalu. -naz
Berita Lainnya
Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar
Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan
Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional
Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran
Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial
Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana
Pemkab Ancam Cabut Izin Pabrik Kelapa Sawit Nakal di Kampar
Jembatan Danau Bingkuang Ditutup akibat Kerusakan Struktur, Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Bangkinang Dialihkan
Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang Masuk Lima Besar Penyumbang Kurban Terbanyak Nasional
Pemkab Kampar Prioritaskan Ruas Jalan Rusak Parah Akibat Keterbatasan Anggaran
Hadiri Penyembelihan Kurban di PWI, Wakil Bupati Kampar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Aksi Sosial
Lewat Sistem Tabungan, Diskominfo Kampar Gelar Kurban Mandiri Perdana